BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin merancang pembentukan Komunitas Relawan Si SIGAP (Siap, Siaga, Peduli) di Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
Komunitas Relawan Si SIGAP sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman banjir yang kerap dialami masyarakat Bantaeng.
Program bertajuk “Pembentukan Sistem Kesiapsiagaan Banjir Berbasis Masyarakat melalui Komunitas Relawan Si SIGAP” dipaparkan dalam Seminar Program Kerja di Cafe Racer, Kelurahan Tappanjeng, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Tappanjeng, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng, Ketua TP PKK kelurahan, Ketua LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat.
Mahasiswa KKN-T menginisiasi program tersebut setelah melakukan observasi lapangan dan koordinasi dengan pemerintah setempat. Dari hasil pemetaan, banjir masih menjadi salah satu ancaman yang berpotensi terjadi, terutama ketika memasuki musim hujan.
Kondisi itu mendorong perlunya sistem kesiapsiagaan yang tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai aktor utama pengurangan risiko bencana.
Komunitas Relawan Si SIGAP dirancang sebagai wadah masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi banjir secara terorganisasi.
Dalam program tersebut, mahasiswa menyusun sejumlah perangkat pendukung, mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan banjir, database logistik, pemetaan wilayah rawan banjir dan jalur evakuasi, sistem informasi kebencanaan, hingga buku panduan bagi relawan.
Selain program utama, mahasiswa juga memaparkan delapan program kerja individu yang mendukung penguatan kesiapsiagaan.
Program tersebut meliputi edukasi kebencanaan, penyusunan media edukasi ekosistem sungai, edukasi kualitas air aman pascabanjir, mekanisme distribusi bantuan, Kartu Siaga Banjir Rumah Tangga, digitalisasi informasi kebencanaan berbasis QR Code, serta penyusunan database logistik bantuan.
Koordinator Posko KKN-T Gelombang 116 Posko Tappanjeng 1, Azhar Fauzan, mengatakan pembentukan Si SIGAP diarahkan untuk menciptakan sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
Menurut dia, keberadaan komunitas relawan diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara masyarakat dan pemerintah ketika terjadi kondisi darurat.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penguatan koordinasi, peningkatan kemampuan relawan, serta penyediaan perangkat pendukung yang dapat digunakan bersama,” kata Azhar.
Seminar program kerja berlangsung dalam suasana diskusi terbuka. Pemerintah kelurahan, BPBD, dan masyarakat memberikan sejumlah masukan terkait kebutuhan lapangan serta strategi pelaksanaan program.
Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan selama masa KKN berlangsung. Melalui kolaborasi mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, Komunitas Relawan Si SIGAP diharapkan mampu menjadi fondasi sistem kesiapsiagaan banjir berbasis warga yang lebih tangguh di Kelurahan Tappanjeng.
Program ini tidak hanya berfokus pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga membangun budaya pencegahan melalui edukasi, pemetaan risiko, dan kesiapan masyarakat sebelum banjir datang. (*)
SI SIGAP - Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Unhas memaparkan program Komunitas Relawan Si SIGAP untuk memperkuat kesiapsiagaan banjir berbasis masyarakat di Kelurahan Tappanjeng, Bantaeng, Rabu (15/7/2026). (Dok KKN Tematik Unhas)



-300x206.webp)


-300x169.webp)

