Sport

Calhanoglu Mengamuk, Inter Taklukkan Como dan Jaga Mimpi Dobel Domestik

OTAK KEMENANGAN - Playmaker Inter Milan Hakan Calhanoglu menjadi otak kemenangan Inter atas Como dengan skor 3-2 di babak semifinal Coppa Italia, Rabu (22/4/2026). (murianews)

MILAN, UNHAS.TV - Malam di Stadion San Siro itu semula bergerak ke arah yang tidak diduga. Inter Milan, tim yang sepanjang musim tampak kian mantap menuju gelar Liga Italia, justru terlihat gamang ketika Como datang membawa keberanian yang nyaris tak lazim bagi tim penantang.

Dalam laga semifinal Coppa Italia, Rabu (23/4/2026) dini hari itu, Inter tertinggal dua gol lebih dulu.  Tapi bukan Inter namanya jika tak mampu membalilkkan keadaa setelah tertinggal 0-2.

Sudah seperti menjadi kebiasaan dalam momen-momen besar, klub berjuluk Ular Besar itu menemukan jalan pulang pada saat yang paling genting. Mereka berbalik menang 3-2, melaju ke final, dan menjaga asa meraih dobel di kancah domestik.

Como sendiri datang bukan sekadar untuk meramaikan panggung. Tim asuhan Cesc Fabregas itu bermain rapi, terukur, dan berani menekan ruang yang biasanya dikuasai Inter.

Martin Baturina membawa tim tamu unggul, lalu Lucas da Cunha menggandakannya. Pada fase itu, San Siro mendadak sunyi. Como bahkan tampak lebih berbahaya. Serangan mereka lebih hidup, pergerakannya lebih cair, dan peluang-peluang bersih sempat muncul di depan gawang Inter.

Akan tetapi, pertandingan level tinggi kerap ditentukan bukan semata oleh jumlah peluang, melainkan oleh siapa yang lebih tenang saat menghadapi tekanan memuncak.

Di sanalah Inter menunjukkan jati dirinya. Mereka memang tidak bermain paling rapi sepanjang laga, tapi pasukan Cristian Chivu ini tahu persis kapan harus memukul. Dan di pusat kebangkitan itu berdiri satu nama, sang kreator Hakan Calhanoglu.

Gelandang asal Turki itu menjadi poros perubahan. Pada menit ke-69, ia melepaskan tembakan keras yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol itu bukan sekadar mengubah angka di papan skor. Ia menggeser arah pertandingan. Tempo Inter naik, keberanian Como sedikit surut, dan publik San Siro yang sebelumnya diliputi gelisah mendadak mendapat alasan untuk percaya.

Empat menit menjelang waktu normal usai, Calhanoglu muncul lagi. Kali ini bukan lewat sepakan dari luar kotak penalti, melainkan sundulan. Sebuah penyelesaian yang justru jarang diasosiasikan dengannya.

Skor pun menjadi 2-2. Como, yang hampir sepanjang laga tampak mampu mengendalikan keruwetan, mendadak dipaksa bertahan di bawah tekanan yang terus menebal.

Inter belum selesai. Di masa tambahan waktu, mereka mengepung Como dengan intensitas yang terasa seperti gelombang terakhir.

Lagi-lagi Calhanoglu hadir dalam momen penentu, kali ini sebagai pengarah serangan. Ia mengalirkan bola kepada Petar Sucic, yang lantas melepaskan tembakan akurat ke pojok kanan bawah gawang.

Gol itu menutup comeback, memecah ketegangan, dan mengirim Inter ke final Coppa Italia ke-16 dalam sejarah klub.

Panggung Lengkap Hakan Calhanoglu

>> Baca Selanjutnya