Pendidikan

Calon Tunggal Dekan FKM Unhas Tawarkan Program Beasiswa dari Alumni

MAKASSAR, UNHAS.TV - Panitia Pemilihan Calon Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar diskusi yang dilaksanakan di aula Prof Dr Ir Fachruddin, Sekolah Pascasarjana Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (15/4/2026).

Diskusi yang dipandu Dr Nur Arifah SKM MA itu menghadirkan Dekan FKM Unhas, Senat FKM, civitas akademika FKM Unhas, serta satu calon tunggal: Ansariadi SKM MScPH PhD. 

Panitia juga menghadirkan tiga panelis yakni Ketua Prodi S1 Kesehatan Masyarakat FKM Unhas Dr Hasnawati Amqam SKM MSc, dosen FKM Unhas DR Ridwan Mochtar Thaha MSc, dan Ketua IKA FKM Unhas Dr Azri Rasul SKM MSi MH

Ketua Senat FKM Unhas Prof dr Veni Hadju MSc PhD menyebutkan, FKM Unhas memiliki aturan yang tidak tertulis bahwa dekan yang menjabat "akan malu" untuk mencalonkan diri untuk periode kedua. Ini yang membuat Dekan FKM Unhas Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD tidak mencalonkan diri.

"Saat itu saya pernah ditanya salah satu Senat Unhas, mengapa Prof Sukri tidak maju lagi, padahal prestasinya bagus sekali, prestasinya number one, the best. Karena pertanyaannya mungkin bercanda, saya juga balas dengan candaan bahwa oang FKM itu semuanya berprestasi, semuanya punya keunggulan, punya hal yang membanggakan," kata Prof Veni. Prof Veni berharap dekan periode berikutnya bisa meneruskan prestasi tersebut 

Di depan hadirin, Ansariadi SKM MScPH PhD menyebutkan FKM memiliki banyak capaian sehingga perlu ditingkatkan. Capaian yang membanggakan itu antara lain, FKM Unhas memiliki sembilan  program studi unggul ditambah 4 ASIIIN dari LAMPTKes dan akreditas internasional.

Prestasi mahasiswa FKM Unhas juga turut meningkat yakni berada di urutan 4 di Unhas. Selain itu, FKM Unhas memiliki 22 professor, 70 persen doktor dan 7 doktor baru. 

Kendati demikian, FKM masih memiliki kelemahan yakni kelemahan belum ada kerja sama akademik (join atau dual degree), sebagian publikasi internasional dengan kualitas masih rendah (red flag), penggunaan bahasa asing (Inggris) yang masih kurang di lingkungan kampus, serta dosen yang berkurang di beberapa departemen.

Ansariadi menyebutkan, jika terpilih, ia akan menerapan beberapa strategi seperti mendorong lebih banyak publikasi internasional, mengadaptasi kurikulum era digital, serta diversifikasi pendapatan dan jaringan kerja.

"Visi kepemimpinan 2026-2030 yang ditawarkan yakni fakultas terkemuka, unggul dalam pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat yang berstandar internasional, dan memberikan kontribusi bagi kemaslahatan bangsa berbasis benua maritim indonesia," ujarnya.

Ansariadi juga menawarkan 8 misi strategis, salah satunya program penguatan alumni FKM Unhas. Ia mengusulkan Pertemuan Besar (Tabe) satu kali tiap empat tahun yang diikuti kampus dan alumni untuk penguatan kelembagaan serta meningkatkan jejaring antara kampus dan alumni.

Program lainnya yakni pendampingan mahasiswa aktif oleh alumni berpengalaman sebagai mentor, serta pemberian beasiswa dari alumni sebagai identitas dan kebangaan angkatan. 

"Perlu juga dihadirkan Unhas Alumni Fund berbentuk beasiswa hibah riset dan pengembangan kampus. Alumni menggalang dana yang hasilnya dipakai untuk pengembangan kampus," ujarnya.(*)