Mahasiswa
Pendidikan

Cegah Gigi Berlubang, Mahasiswa FKG Unhas Ajari Siswa Desa Teppo Menyikat Gigi Benar

KESEHATAN GIGI - Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan dari FKG Unhas menggelar penyuluhan kesehatan gigi dan mulut bagi murid sekolah dasar di Desa Teppo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa-Rabu (21-22/7/2026). (Dok KKN PK Unhas)

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan atau KKN-PK Angkatan 69 menggelar penyuluhan kesehatan gigi dan mulut bagi murid sekolah dasar di Desa Teppo, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program bertajuk "Senyum Cemerlang: Edukasi Cara Menyikat Gigi sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak SD” itu dilaksanakan di dua sekolah.

Penyuluhan pertama berlangsung di SDN 3 Massepe pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 09.00–11.00 WITA. Kegiatan berikutnya digelar di SDN 5 Massepe pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 08.30–10.30 WITA.

Sebanyak 38 murid kelas V dan VI SDN 3 Massepe mengikuti kegiatan tersebut. Di SDN 5 Massepe, penyuluhan diikuti 37 murid kelas IV, V, dan VI.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak usia sekolah.

Edukasi tersebut dinilai penting karena masalah gigi berlubang dan penyakit mulut masih banyak ditemukan di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Sidenreng Rappang.

Data yang menjadi dasar pelaksanaan program mencatat proporsi penduduk Sulawesi Selatan yang mengalami gigi rusak, berlubang, atau sakit mencapai 55,5 persen. Namun, cakupan pelayanan medis untuk permasalahan tersebut baru sekitar 4 persen.

Di Kabupaten Sidenreng Rappang, proporsi masalah kesehatan gigi dan mulut disebut mencapai 64,83 persen.

Dari jumlah tersebut, masyarakat yang memperoleh perawatan tenaga medis gigi baru sekitar 13,11 persen. Kondisi serupa terjadi pada kelompok anak usia dini, dengan prevalensi gigi berlubang mencapai 93 persen.



KESEHATAN GIGI - Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan dari FKG Unhas menggelar penyuluhan kesehatan gigi dan mulut bagi murid sekolah dasar di Desa Teppo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa-Rabu (21-22/7/2026). (Dok KKN PK Unhas)


Rangkaian penyuluhan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai kesehatan gigi. Mahasiswa kemudian memutar video animasi bertema perawatan gigi untuk menarik perhatian peserta.

Materi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai jumlah dan bagian-bagian gigi, fungsi setiap bagian gigi, serta proses terjadinya gigi berlubang.

Para murid juga diperkenalkan pada kebiasaan yang dapat memicu kerusakan gigi, termasuk konsumsi makanan manis dan kebiasaan tidak membersihkan gigi secara teratur.

Praktik menyikat gigi menjadi sesi yang paling menyita perhatian murid. Mahasiswa memperagakan gerakan menyikat gigi yang baik dan benar dengan iringan lagu. Metode ini digunakan agar tahapan menyikat gigi lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.

Mereka terlihat mengikuti gerakan yang diperagakan serta aktif menjawab pertanyaan selama penyuluhan. Setelah penyampaian materi, mahasiswa kembali memberikan posttest untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman peserta.

Murid yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan mendapat pin bergambar gigi sebagai bentuk apresiasi. Mahasiswa KKN-PK juga menyerahkan sertifikat kepada SDN 3 Massepe dan SDN 5 Massepe atas dukungan serta kerja sama selama pelaksanaan program.

Pihak sekolah menyambut kegiatan tersebut dan membantu mahasiswa menyiapkan peserta serta fasilitas penyuluhan. Guru-guru turut mendampingi siswa hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Melalui program Senyum Cemerlang, mahasiswa FKG Unhas berharap para siswa dapat menerapkan teknik menyikat gigi yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko gigi berlubang dan penyakit mulut pada anak-anak Desa Teppo. (*)