SELEKSI nasional, rekam jejak akademik, dan pengalaman internasional membuka ruang belajar lintas negara bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Mobilitas akademik mahasiswa kini tak lagi berhenti di ruang kelas. Bagi Azzahra Aurelya Shodan Razak, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, pengalaman belajar justru meluas hingga lintas negara.
Mahasiswa yang akrab disapa Aurelya itu terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam Asian Medical Students’ Exchange Programme (AMSEP) Taiwan, sebuah program pertukaran yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai negara Asia.
Program yang diselenggarakan oleh Asian Medical Students’ Association (AMSA) tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kurikulum formal.
Melalui diskusi akademik, observership klinis, dan pertukaran budaya, mahasiswa diajak memahami praktik pendidikan kedokteran serta dinamika sistem kesehatan di negara lain.
.webp)
“Terpilihnya mahasiswa Universitas Hasanuddin sebagai delegasi Indonesia pada program AMSEP Taiwan mencerminkan daya saing mahasiswa kami di level global. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sumber daya manusia dan institusi,” ujar Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa.
Rekam jejak akademik Aurelya dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan konsistensi pada jalur pengembangan diri. Pada Maret 2026, ia mengikuti World Pre-Health Conference (WPC) yang diselenggarakan di Harvard University, Amerika Serikat, sebuah forum internasional yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi di bidang kesehatan.
Di tingkat universitas, Aurelya juga meraih Juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Hasanuddin 2026 kategori Utama, ajang yang menilai capaian akademik, gagasan, dan kontribusi mahasiswa.
“Partisipasi mahasiswa dalam program seperti AMSEP menjadi bagian dari pembelajaran yang melengkapi perkuliahan di kelas. Mahasiswa dapat melihat langsung praktik dan tantangan kesehatan di tingkat global,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
.webp)
Aurelya bersama rekan-rekannya di Taiwan
Selama mengikuti program AMSEP di Taiwan, Aurelya dijadwalkan terlibat dalam diskusi akademik, observership di fasilitas kesehatan, serta kegiatan pertukaran budaya bersama mahasiswa kedokteran dari berbagai negara. Bagi Aurelya, pengalaman tersebut merupakan bagian dari proses belajar yang berkesinambungan.
“Saya melihat AMSEP sebagai ruang belajar yang berbeda. Di sana, saya bisa memahami sistem kesehatan di negara lain sekaligus bertukar perspektif dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang,” ujar Aurelya.
Ia berharap pengalaman belajar lintas negara tersebut tidak berhenti sebagai capaian personal.
“Apa yang saya pelajari nantinya saya harapkan bisa dibagikan kembali dan menjadi bagian dari proses belajar bersama di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin,” kata Aurelya.
undefined

-300x188.webp)






