GOWA, UNHAS.TV - Perjalanan dari mendampingi mahasiswa dalam kompetisi konstruksi jembatan hingga dipercaya menjadi juri tingkat nasional menjadi pengalaman tersendiri bagi dosen Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Eng Fakhruddin ST MEng.
Setelah mendampingi tim Unhas meraih juara ketiga pada 2025, Fakhruddin kini bergabung sebagai salah satu juri Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XXI Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Kabupaten Gowa.
Keterlibatannya sebagai juri menjadi bagian dari penyelenggaraan KJI 2026 yang mempertemukan 18 finalis dari berbagai perguruan tinggi.
Para finalis tersebut berhasil melewati proses seleksi dari sekitar 150 proposal yang masuk. Dalam tahap penilaian awal, Fakhruddin mendapat tanggung jawab untuk meninjau sebanyak 25 proposal.
Fakhruddin menjelaskan bahwa proses penjurian KJI tidak hanya berlangsung ketika peserta merakit dan menguji konstruksi jembatan di lokasi perlombaan. Penilaian telah dimulai sejak tahap pemeriksaan proposal untuk menentukan tim yang berhak melanjutkan kompetisi ke babak final.
“Keterlibatan kami sebagai juri dimulai sejak tahap seleksi proposal. Saya sendiri mendapat tugas meninjau sebanyak 25 proposal. Khusus KJI, terdapat sekitar 150 proposal yang masuk dan hanya 18 tim yang berhasil lolos ke babak final,” jelas Fakhruddin.
Secara keseluruhan, jumlah finalis gabungan KJI dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2026 mencapai 36 tim.
Kedua kompetisi tersebut diselenggarakan di Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari ajang nasional yang mempertemukan mahasiswa untuk mengembangkan rancangan konstruksi jembatan dan bangunan gedung.
Sebelum dipercaya menjadi juri, Fakhruddin telah terlibat dalam KJI sebagai dosen pendamping. Pada penyelenggaraan 2025 di Universitas Negeri Yogyakarta, ia mendampingi tim Unhas dalam kategori Jembatan Rangka Baja.
Dalam kompetisi tersebut, tim Unhas berhasil meraih juara ketiga. Menurut Fakhruddin, pencapaian itu menjadi keberhasilan pertama Unhas menembus posisi tiga besar sejak mengikuti KJI. Sebelumnya, prestasi yang pernah diraih adalah juara harapan dua pada kategori Jembatan Pelengkung.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fakhruddin hingga akhirnya memperoleh tawaran dari juri utama KJI untuk bergabung sebagai anggota tim penilai pada penyelenggaraan tahun 2026.
“Tahun lalu, untuk pertama kalinya sejak Unhas mengikuti KJI dan KBGI, kami berhasil meraih juara ketiga. Berangkat dari pengalaman tersebut, pada tahun ini saya mendapat tawaran dari juri utama KJI untuk bergabung sebagai salah satu anggota tim juri KJI 2026,” ungkapnya.
Selain menjalankan tugas penilaian, Fakhruddin turut mengamati antusiasme peserta dan pendukung selama kompetisi berlangsung. Ia menilai suasana perlombaan tetap meriah meskipun jumlah pendukung yang hadir tidak sebanyak ketika kegiatan serupa diselenggarakan di Pulau Jawa.
Menurutnya, keterbatasan transportasi antarpulau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pendukung dari setiap perguruan tinggi. Ia memperkirakan sekitar 20 hingga 30 pendukung hadir dari masing-masing perguruan tinggi peserta.
Meski demikian, Fakhruddin menilai semangat para pendukung tetap tinggi, terutama ketika memberikan dorongan kepada tim yang menghadapi kendala dalam menyelesaikan perakitan jembatan maupun bangunan gedung.
Dukungan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga semangat peserta selama kompetisi, khususnya ketika menghadapi tekanan waktu dan persaingan antartim.
Di sisi penyelenggaraan, Universitas Hasanuddin juga menghadapi tanggung jawab sebagai tuan rumah KJI dan KBGI 2026. Fakhruddin menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih empat bulan, dengan koordinasi yang semakin intensif dalam satu bulan terakhir.
Persiapan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Direktorat Kemahasiswaan Unhas dan Fakultas Teknik. Menurutnya, dukungan serta pembagian tanggung jawab menjadi faktor penting dalam membantu kelancaran penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional tersebut.
“Sebagai tuan rumah, kami telah melakukan persiapan selama kurang lebih empat bulan, dengan persiapan yang semakin intensif pada satu bulan terakhir," tambahnya.
"Berkat dukungan Direktorat Kemahasiswaan dan Fakultas Teknik Unhas, proses persiapan dan penyelenggaraan kompetisi menjadi lebih ringan,” tuturnya.
Menjalankan tugas sebagai dosen sekaligus anggota tim juri di tengah kesibukan penyelenggaraan menjadi tantangan tersendiri bagi Fakhruddin. Namun, ia menilai berbagai tanggung jawab tersebut dapat dijalankan melalui kerja sama dan koordinasi yang baik.
Selain melakukan penilaian, Fakhruddin juga membantu komunikasi antara panitia Unhas dan tim juri nasional. Ia berperan menyampaikan berbagai pertanyaan maupun kendala yang dihadapi panitia agar dapat memperoleh penyelesaian dari tim juri.
Menurutnya, pembagian tugas dan kejelasan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan, mengingat penyelenggaraan kompetisi melibatkan banyak pihak dengan peran berbeda.
Menjelang penutupan kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, Fakhruddin berharap seluruh rangkaian KJI dan KBGI 2026 dapat berjalan dengan baik.
Ia juga berharap Unhas tidak hanya berhasil menjalankan tanggung jawab sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu meraih prestasi melalui tim mahasiswa yang mengikuti kompetisi.
“Saya berharap Unhas dapat menjadi tuan rumah yang baik hingga penutupan kegiatan. Namun, yang terpenting, Unhas tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu menjadi pemenang dalam KJI dan KBGI 2026,” harapnya.
Perjalanan Fakhruddin dari dosen pendamping hingga menjadi juri nasional mencerminkan keterlibatan akademisi Unhas dalam mendukung pengembangan kemampuan mahasiswa di bidang konstruksi.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Universitas Hasanuddin dalam penyelenggaraan kompetisi teknik tingkat nasional.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
Anggota Juri Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XXI Tingkat Nasional 2026 dan dosen Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Eng Fakhruddin ST MEng. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)



-300x183.webp)




