BANTAENG, UNHAS.TV - Enam mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memaparkan tujuh program kerja di Aula Kantor Desa Parangloe, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026).
Seminar itu menjadi forum awal untuk mempertemukan rencana mahasiswa dengan kebutuhan pemerintah desa dan masyarakat.
Kegiatan dihadiri Kepala Desa Parangloe, kepala dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga. Mahasiswa menjelaskan satu program kelompok serta enam program individu yang disusun setelah observasi lapangan dan koordinasi dengan pemerintah desa.
Program kelompok berupa pembuatan peta administrasi desa. Peta tersebut dirancang untuk membantu pemerintah desa memperjelas batas wilayah, pembagian dusun, fasilitas umum, serta titik penting lain yang dibutuhkan dalam pelayanan dan perencanaan pembangunan.
Enam program individu menyasar bidang administrasi, pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Program itu meliputi pelatihan pembuatan surat menggunakan Microsoft Word.
Kemudian edukasi susu rendah gula bagi siswa sekolah dasar, pengembangan kemampuan berbahasa Inggris, serta sosialisasi gemar makan ikan dan konsumsi makanan sehat bergizi bagi anak.
Mahasiswa juga merancang pelatihan pembuatan dan penggunaan pestisida nabati untuk mencegah serangan hama pada tanaman cengkeh.
Program lain berupa edukasi manajemen waktu melalui penyusunan jadwal harian untuk meningkatkan disiplin dan produktivitas siswa sekolah dasar.
Koordinator Desa KKN-T 116 Parangloe mengatakan seluruh program dibuat berdasarkan potensi desa dan persoalan yang ditemukan selama observasi.
Mahasiswa, kata dia, berupaya menyusun kegiatan yang dapat diterapkan masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
“Program yang kami susun merupakan hasil observasi dan koordinasi bersama pemerintah desa serta masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tetap memberi manfaat setelah masa KKN berakhir dan dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga maupun pemerintah desa.
Kepala Desa Parangloe Nuraeni menyambut program mahasiswa Unhas itu. Menurut dia, kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga menjadi penentu keberhasilan program pemberdayaan.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Semoga seluruh program dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu Dosen Pembimbing Dr Ir Miswar Tumpu ST MT menilai program yang ditawarkan menyentuh kebutuhan desa, mulai dari penguatan administrasi hingga peningkatan pengetahuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta memberi masukan mengenai sasaran kegiatan, jadwal pelaksanaan, dan penyesuaian materi dengan kondisi warga. Mahasiswa mencatat usulan tersebut sebagai bahan evaluasi sebelum menjalankan program di lapangan.
Melalui seminar itu, mahasiswa berharap pelaksanaan KKN tidak berhenti pada kegiatan jangka pendek. Mereka menargetkan setiap program memiliki hasil yang dapat digunakan, diterapkan, atau dikembangkan kembali oleh masyarakat Desa Parangloe.
Pemerintah desa juga diharapkan terlibat dalam pemantauan agar kegiatan berjalan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program desa yang sudah ada.
Seminar ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi selama masa KKN. Mahasiswa selanjutnya akan menyusun jadwal rinci, menentukan lokasi kegiatan, dan menyesuaikan teknis pelaksanaan berdasarkan masukan masyarakat.
Hasil pelaksanaan setiap kegiatan akan dilaporkan kepada pemerintah desa sebagai bahan tindak lanjut. (*)
Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Unhas memaparkan tujuh program pemberdayaan kepada pemerintah dan warga Desa Parangloe, Bantaeng, di aula kantor desa, 9 Juli 2026 lalu. (Dok KKN Unhas)







