Karier
Mahasiswa

Di Balik Tren Transisi Wisuda, Ruang Selebrasi Sekaligus Abadikan Momen Bersama Teman Seperjuangan

WISUDA - Amaliah Shafitri, wisudawan jenjang Magister Ilmu Hukum Unhas berfoto bersama rekan seperjuangan usai pelaksanaan wisuda di Baruga AP Pettarani, Makassar, Selasa (8/9/2026). (Unhas TV/Aminah Rahma Ahmad)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Momentum wisuda kini tak hanya menjadi panggung prosesi akademik. Di tengah perkembangan budaya digital, hari kelulusan juga berubah menjadi ruang selebrasi bagi para mahasiswa untuk merekam perjalanan panjang mereka melalui konten kreatif di media sosial.

Tren video transisi before and after menjadi salah satu cara baru para lulusan mengabadikan hari istimewa sebelum meninggalkan kampus.

Pada pelaksanaan Wisuda Universitas Hasanuddin (Unhas) periode September 2026 di Baruga AP Pettarani Unhas hari kedua, Selasa (8/9/2026), sejumlah mahasiswa terlihat tidak hanya bersiap mengikuti prosesi, tetapi juga sibuk membuat konten transisi bersama teman seperjuangan.

Dengan balutan toga, riasan wajah, serta ekspresi bahagia, mereka merekam perubahan penampilan dari keseharian sebagai mahasiswa menuju momen resmi sebagai seorang sarjana.

Wisuda periode September 2026 Unhas berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama digelar pada Senin (7/9/2026), dengan jumlah 1.055 wisudawan.

Sementara sesi kedua pada Selasa (8/9/2026), diikuti 1.045 wisudawan. Total dua ribuan lulusan dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti prosesi pelepasan tersebut.

Namun, di luar rangkaian acara resmi, kawasan sekitar Baruga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas lain yang tak kalah menarik.

Sejumlah wisudawan memanfaatkan waktu gladi hingga hari pelaksanaan untuk menciptakan dokumentasi digital yang dianggap mampu menyimpan kenangan perjalanan akademik mereka.

Bagi Nadifah Amaliah, wisudawan Program Studi Teknik Industri Unhas, membuat konten transisi bukan sekadar mengikuti tren yang berkembang di media sosial.



WISUDA - Nadifah Amaliah, wisudawan Program Studi Teknik Industri Unhas berswafoto usai pelaksanaan wisuda di Baruga AP Pettarani, Makassar, Selasa (8/9/2026). (Unhas TV/Aminah Rahma Ahmad)


Baginya, video tersebut menjadi bentuk dokumentasi personal atas satu fase kehidupan yang akan segera berakhir.

“Saya buat transisi untuk hari wisuda itu mengenang hari spesial kami para wisudawan supaya ada momennya. Ada before lalu tiba-tiba after dengan makeup cantik," ujar Nadifah.

"Sekarang di sekitar Baruga banyak yang membuat konten karena mungkin ingin mengabadikan momen spesial bersama teman-teman, terutama bagi perantau yang akan kembali ke daerah masing-masing,” lanjutnya.

Fenomena serupa juga dirasakan oleh Amaliah Shafitri, wisudawan jenjang Magister Ilmu Hukum Unhas. Bersama rekan-rekan satu angkatannya, ia memilih mengabadikan momen wisuda melalui konsep sederhana namun memiliki nilai emosional.

Menurut Amaliah, konten transisi menjadi simbol perjalanan panjang selama menempuh pendidikan. Terlebih, jenjang magister merupakan fase yang hanya terjadi sekali dalam perjalanan akademik seseorang.

“Maknanya lebih ke momen. Sebelumnya kami berasal dari angkatan yang sama, dengan kawan seperjuangan, jadi sangat penting dan memorable untuk kami bertiga. Wisuda juga sekali seumur hidup untuk jenjang magister. Ini lebih kepada mengabadikan momen,” katanya.

Di balik tren transisi dan euforia selebrasi wisuda, tersimpan upaya generasi muda dalam mendokumentasikan perubahan besar dalam hidup mereka.

Video singkat yang dibagikan melalui media sosial menjadi penanda berakhirnya masa perkuliahan sekaligus pengingat sebelum para lulusan melangkah menuju dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

(Amina Rahma Ahmad / Unhas TV)