Karir
Mahasiswa
Pendidikan

Lulus dari Prodi Kimia Unhas, Lucky Laksmana Bawa Gelar Juara Dunia untuk Membanggakan Orang Tua

JUARA DUNIA - Lucky Laksmana SSi, wisudawan Prodi Kimia Unhas yang meraih gelar Juara Dunia di ajang World Choir Games Korea dan New Zealand. (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Wisuda Universitas Hasanuddin periode April 2026 pada hari kedua, Kamis (2/4/2026), di Baruga Andi Pangerang Pettarani, menyisakan suasana haru di tengah prosesi pengukuhan ratusan lulusan.

Di antara para wisudawan itu, Lucky Laksmana dari Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, tampil sebagai salah satu sosok yang mencuri perhatian.

Lucky resmi menyandang gelar Sarjana Sains setelah menempuh pendidikan selama empat tahun. Bagi dia, capaian itu bukan semata hasil kerja pribadi, melainkan buah dari dukungan orang tua yang disebutnya sebagai penopang utama sepanjang masa kuliah.

“Peran orang tua sangat besar terhadap saya selain sebagai donatur, juga sebagai support system yang paling berarti dan paling berharga,” kata Lucky usai prosesi wisuda.

Menurut lelaki 22 tahun ini, dukungan tersebut hadir bukan hanya dalam pemenuhan kebutuhan studi, tapi juga dalam menghadapi tuntutan akademik, penelitian, hingga penyusunan skripsi.

Lucky menyebut orang tuanya sebagai “donatur terbesar” selama ia menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin.

Dukungan itu, kata dia, menjadi fondasi penting yang membuatnya dapat bertahan dan menyelesaikan seluruh tahapan kuliah dengan baik. Dalam perjalanannya, restu dan dorongan keluarga menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari keberhasilan tersebut.

Namun pencapaian Lucky tidak berhenti di ruang kelas. Selama menjadi mahasiswa, ia juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin (PSM Unhas). Aktivitas nonakademik itu justru mengantarkannya pada prestasi tingkat dunia.

Bersama tim Paduan Suara Mahasiswa Unhas, Lucky meraih juara pertama dalam ajang World Choir Games yang digelar di Korea dan New Zealand.

Prestasi itu menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kemahasiswaannya, sekaligus mengharumkan nama Universitas Hasanuddin di panggung internasional.

Lucky menilai pengalaman di UKM PSM Unhas, tidak hanya memperkaya kemampuan di luar bidang akademik, tetapi juga membentuk relasi yang kuat antarmahasiswa.

Ia merasakan ikatan kekeluargaan yang erat dengan rekan-rekannya di organisasi tersebut. Dari sana, ia belajar tentang disiplin, kerja sama, dan semangat kolektif untuk mencapai target bersama.

“Selain berkuliah, saya aktif di UKM PSM Unhas. Saya juga sangat erat kekeluargaannya dengan teman-teman UKM saya,” ujarnya.

Baginya, kemenangan di World Choir Games bukan sekadar trofi, melainkan bukti bahwa kerja keras mahasiswa di luar kampus juga dapat menghasilkan prestasi besar.

Di tengah euforia wisuda, Lucky mengaku kelulusannya merupakan salah satu cara untuk membanggakan orang tua.

Gelar sarjana, bagi dia, adalah titik penting, tetapi bukan akhir perjalanan. Ia berencana melanjutkan studi ke jenjang magister sebagai bagian dari pengembangan diri dan peningkatan kompetensi.

Lucky berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama kuliah di Universitas Hasanuddin tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi.

Ia ingin bekal akademik dan pengalaman organisasinya dapat memberi manfaat yang lebih luas, terutama dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)