Karir
Pendidikan

Mengenal Lebih Dekat Sosok Ir Saepul Aswadi, Alumni Teknik Unhas 2012 Dibalik ASD Group

Ir Muhammad Saepul Aswadi ST IPM, alumnus Teknik Sistem Perkapalan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang kini memimpin ASD Group. (Dok Pribadi)

UNHAS.TV - Di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19, ketika banyak orang memilih menahan uang tunai dan menunggu keadaan membaik, Muhammad Saepul Aswadi justru mengambil jalan berbeda. 

Pemuda kelahiran Bulukumba, 27 Maret 1995 ini, melihat krisis kesehatan bukan semata ancaman, melainkan ada celah peluang yang harus segera diisi.

Dari keputusan itulah ASD Group lahir, lalu tumbuh menjadi kelompok usaha dengan 13 anak perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, dari industri maritim hingga pengembangan usaha kecil di Sulawesi Selatan.

Saepul, alumni Teknik Sistem Perkapalan Universitas Hasanuddin angkatan 2012, kini dikenal sebagai sosok di balik ekspansi bisnis yang agresif di usia yang relatif muda. Belum lama ini ia genap berusia 31 tahun.

Namun jejak usahanya telah menjangkau beragam bidang. Seperti rancang bangun kapal Pinisi, penyedia bahan kimia untuk industri nikel, penyewaan tug boat dan barge.

Kemudian pengangkutan alat berat dengan kapal Ro-RO (rolling on rolling off) dan landing craft tank, pelatihan K3 umum Kementerian Ketenagakerjaan, publishing atau penerbitan, teknologi, hingga pengembangan UMKM.

Di balik pertumbuhan itu, ada naluri mengambil risiko yang sudah muncul sejak awal. Saepul mengaku mendirikan ASD Group justru ketika banyak pelaku usaha berhati-hati akibat ekonomi yang memburuk selama pandemi Covid tahun 2020 lalu.

“Waktu itu semua orang menahan cash karena sedang pandemi dan perekonomian lagi sedang tidak bagus, namun saya mengambil langkah yang berbeda dengan menginvestasikan uang saya mendirikan ASD karena melihat peluang yang harus saya eksekusi di momen pandemi tersebut,” ujar dia.

Keputusan itu tidak lahir tiba-tiba. Saepul tumbuh di kabupaten paling timur Provinsi Sulawesi Selatan. Sejak mahasiswa, ia telah mencoba membangun usaha sendiri.

Inspirasi terdekat datang dari keluarganya, terutama sang kakak yang lebih dulu berbisnis dan bahkan telah memiliki kapal sendiri di usia muda. Dari situ muncul dorongan sederhana, tetapi kuat, menjadi orang sukses.

Di benaknya selalu tergiang kalimat, jika orang terdekatnya bisa membangun usaha, maka ia pun harus mampu melakukan hal serupa. “Kalau kakak saya bisa, kenapa saya tidak?” kata Saepul dengan teguh.

Semangat itulah yang kemudian membawanya membangun bisnis dari sektor yang paling dekat dengan latar pendidikannya, perkapalan dan industri maritim. Salah satu entitas penting yang ia kembangkan adalah saepulmarineindustry.com.

Solusi Kebutuhan Industri Maritim

>> Baca Selanjutnya