Pendidikan

Di Hadapan Media, Rektor Unhas Prof JJ Beberkan Prestasi dan Target Besar Kampus

CAPAIAN UNHAS - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menyampaikan Pencapaian Unhas di tingkat Internasional dan nasional dalam Pertemuan dan Dialog bersama Media Massa serta Jurnalis, di Hotel Unhas, Makassar, Sabtu (14/3/2026). (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pimpinan Universitas Hasanuddin menggelar dialog bersama media massa dan jurnalis di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Makassar, Sabtu (14/3/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar ajang silaturahmi menjelang buka puasa, melainkan juga forum penyampaian capaian-capaian strategis kampus dalam beberapa tahun terakhir.

Di hadapan wartawan, mahasiswa, dan unsur pimpinan universitas, Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc memaparkan posisi kampus itu dalam peta persaingan pendidikan tinggi nasional maupun internasional.

Acara tersebut dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat, Ketua Senat Akademik, Sekretaris Rektor, para dekan, mahasiswa dari BEM dan UKM, serta perwakilan media.

Kehadiran unsur kampus yang lengkap menunjukkan bahwa dialog ini diposisikan sebagai ruang komunikasi yang lebih terbuka antara universitas dan publik.

Bagi Unhas, media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra yang ikut mengawasi, mengkritik, dan memperkuat akuntabilitas lembaga pendidikan.

Dalam paparannya, Prof Jamaluddin Jompa—yang akrab disapa Prof JJ—menyebut salah satu capaian penting Unhas adalah masuknya kampus tersebut dalam QS World University Rankings by Subject 2026.

Pada bidang Agriculture and Forestry, Unhas berada di peringkat 251–300 dunia. Di bidang Medicine, Unhas menempati peringkat 601–650 dunia, sedangkan untuk bidang Politics berada pada rentang 301–400 dunia.

Capaian itu, menurut dia, menunjukkan bahwa sejumlah bidang keilmuan di Unhas mulai mendapat pengakuan yang lebih luas di level global.

Tak hanya itu, Unhas juga masuk dalam Top 200 QS World University Rankings Asia. Posisi tersebut menjadi penanda penting bahwa kampus yang berbasis di Makassar itu tidak lagi hanya bersaing pada level regional Indonesia timur, tetapi juga mulai diperhitungkan di kawasan Asia.

Dalam konteks perguruan tinggi negeri berbadan hukum, capaian semacam ini menjadi indikator penting, bukan hanya untuk reputasi, tetapi juga untuk daya tarik kolaborasi, riset, dan mobilitas mahasiswa internasional.

Pencapaian Level Nasional

Pada level nasional, Unhas mencatat sejumlah penghargaan dalam Anugerah Dikti Saintek 2025. Kampus ini meraih peringkat kedua terbaik kategori IKU PTNBH, peringkat ketiga untuk kategori pengelolaan laman perguruan tinggi, dan peringkat ketiga dalam kerja sama internasional.

Di luar itu, Unhas juga meraih peringkat pertama pada SDGs Action 2025, yang menunjukkan komitmen terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Kampus ini juga memperoleh predikat informatif dalam keterbukaan informasi publik.

Menurut Prof JJ, capaian-capaian tersebut tidak lahir secara kebetulan. Ia menyebut hasil itu merupakan buah dari proses pendidikan yang dijalankan secara lebih serius, disertai penguatan penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. “Unhas insya Allah on the right track,” kata Jamaluddin.

Ia mengatakan apresiasi yang diterima kampusnya datang bukan hanya dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tetapi juga dari lembaga-lembaga lain yang menilai standar, tata kelola, dan keterbukaan informasi.

Ia menambahkan, Unhas ingin terus membangun apa yang ia sebut sebagai budaya ilmiah yang kompetitif dan bermutu. Budaya itu, menurut dia, tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, melainkan harus menjadi model yang bisa menular ke masyarakat, pemerintahan, dan dunia industri.

Karena itu, komunikasi dengan media dinilai penting. Kampus, kata dia, harus terbuka terhadap kritik dan masukan, bukan hanya sibuk mengabarkan keberhasilan sendiri.



Capaian Unhas dan Misi 2026. (CGPT)


Dalam dialog tersebut, Jamaluddin juga memaparkan arah pengembangan Unhas pada 2026. Tiga fokus utama yang disebut adalah peningkatan publikasi ilmiah internasional, penguatan kolaborasi riset global, dan penambahan jumlah mahasiswa internasional.

Arah ini memperlihatkan bahwa Unhas sedang mendorong diri menjadi kampus yang lebih kompetitif secara internasional, tanpa melepaskan peran pengabdiannya kepada masyarakat. Dengan kata lain, reputasi global hendak dibangun sejalan dengan relevansi lokal.

Bagi Unhas, pertemuan dengan media pada bulan Ramadhan ini bukan semata seremoni. Forum itu sekaligus menjadi cara universitas menegaskan bahwa capaian akademik, kinerja kelembagaan, dan keterbukaan informasi harus disampaikan kepada publik secara langsung.

Di tengah persaingan perguruan tinggi yang makin ketat, Unhas tampaknya ingin memastikan satu hal: bahwa reputasi kampus tidak dibangun hanya lewat ranking, tetapi juga lewat komunikasi yang jujur, terbuka, dan bersedia dikoreksi.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)