MAKASSAR, UNHAS.TV - Planet Labs, perusahaan penyedia citra satelit yang berbasis di Amerika Serikat, mengumumkan kebijakan baru untuk tidak menayangkan secara langsung hasil tangkapan satelit mereka untuk wilayah Timur Tengah.
Planet Labs menyebutkan, kebijakan itu diambil setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak termasuk pihak Pemerintah Amerika Serikat yang memakai jasa mereka.
Kebijakan itu sebenarnya sudah diumumkan beberapa hari lalu namun baru terungkap ke publik melalui media sosial. Alasan yang dipakai yakni untuk kebutuhan keamanan operasi (militer) dan transparasi misi (militer).
"Kebijakan ini untuk memastikan bahwa citra satelti yang kami dapatkan tidak dipakai pihak lain untuk menyasar sekutu dan mitra NATO maupun warga sipil," demikian salah satu potongan dari pengumuman itu.
Planet Labs yang mengoperasikan layanan PlanetScope, SkySat, Pelican, dan Tanager menyediakan citra langsung suatu wilayah yang terpantau oleh satelit. Rupanya, Iran memanfaatkan kemampuan itu untuk mengetahui secara persis lokasi pergerakan musuh-musuhnya.
Ini pula yang menjadi rahasia Iran selama ini mengapa Iran dapat dengan mudah menyasar lokasi-lokasi strategis milik Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Manajemen Planet Labs menyebutkan, satelit mereka tetap akan beroperasi dan terus mengambil citra di Bumi namun penayangannya akan ditunda dari empat hari ke depan menjadi 14 hari ke depan.
Belum jelas sampai kapan kebijakan ini akan berakhir. Namun dari pengumuman itu tersirat, kemungkinan besar akan ditentukan berdasarkan saran dan imbauan dari pihak Amerika Serikat.
Warganet menduga kebijakan itu muncul karena Pemerintah AS tidak ingin warga dunia bisa melihat kerusakan yang ditimbulkan pihak Iran atas fasilitas militer AS di sejumlah negara-negara Timur Tengah.(*)








