Pojok Publik
Program

Dinas Pariwisata Makassar Fokus Kembangkan Wisata Bahari dan Perkuat Kenyamanan Pengunjung

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, saat tampil dalam program Pojok Publik di Unhas Tv, Selasa (27/1/2026). Achmad Hendra menjelaskan arah pengembangan destinasi wisata di Kota Daeng. (unhas tv/paramitha)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Dinas Pariwisata Kota Makassar terus memfokuskan pengembangan sektor pariwisata dengan menonjolkan karakter Kota Makassar sebagai wilayah bahari.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, saat ditemui terkait arah pengembangan destinasi wisata di Kota Daeng.

Hadir dalam Program Pojok Publik Unhas TV pada Selasa (27/1/2026), Hendra menjelaskan, destinasi bahari menjadi daya tarik utama yang terus dibenahi dan dipromosikan untuk menarik kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Menurutnya, kekayaan laut dan pulau-pulau di sekitar Makassar merupakan potensi besar yang harus dimaksimalkan.

“Wisata di Kota Makassar yang ingin kita tonjolkan tentu saja destinasi bahari. Ke depan kita akan menata dan merevitalisasi beberapa pulau, seperti Pulau Samalona dan Pulau Lanjukang, sebagai destinasi bahari baru,” ujarnya.

Selain wisata bahari, Kota Makassar juga memiliki destinasi wisata lain yang tak kalah menarik, seperti wisata sejarah dan budaya. Salah satu yang terkenal ialah Benteng Fort Rotterdam serta kawasan Pecinan.

Terkait kenyamanan dan keselamatan pengunjung, Achmad Hendra mengakui masih terdapat sejumlah keluhan masyarakat, khususnya mengenai keamanan dan penataan parkir di beberapa objek wisata, salah satunya Anjungan Pantai Losari.

Ia menyebutkan, Dinas Pariwisata Kota Makassar telah melakukan kerja sama dengan Perusahaan Daerah (PD) Parkir untuk mengelola kawasan Anjungan Pantai Losari secara lebih profesional.

Langkah ini diharapkan dapat mengatasi persoalan parkir liar serta menjamin keamanan kendaraan pengunjung.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi juru parkir liar dan keamanan kendaraan pengunjung bisa terjamin. Kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan serta memanfaatkan dukungan Satpol PP untuk pengamanan internal,” katanya.

Sebagai upaya mendukung pelayanan pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Makassar juga menghadirkan aplikasi Lontara+.

Aplikasi ini dirancang sebagai layanan terpadu yang memuat berbagai informasi dan kebutuhan pelayanan publik, termasuk sektor pariwisata.

Melalui Lontara+, wisatawan dapat mengakses informasi destinasi wisata dan melakukan reservasi. Ia berencana, kedepannya aplikasi tersebut juga dapat digunakan untuk memesan makanan dan tiket acara hanya melalui satu aplikasi.

“Dengan Lontara+, wisatawan cukup menggunakan satu aplikasi. Datang ke Makassar tinggal datang saja, karena semua sudah terlayani,” jelas Hendra.

Di akhir wawancara, Hendra berharap pengembangan pariwisata Kota Makassar mendapat dukungan dari seluruh pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Menurutnya, keramahan dan kondusivitas kota menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan.

“Kami berharap pariwisata Kota Makassar ke depan menjadi pariwisata yang inklusif dan berdaya saing, dengan dukungan masyarakat dalam menjaga hospitality dan keamanan kota,” pungkasnya.

(Achmad Ghiffary M / Moh Resha Maharam / Unhas TV)