Makassar

Distribusi Air Bersih di Makassar Diperluas, Hari Ini Tembus 157 Titik

AIR BERSIH - Sejumlah warga mengantre air bersih yang dilayani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Selasa (8/9/2026). BPBD memperluas distribusi air bersih hingga 157 titik hari ini di seluruh wilayah terdampak kekeringan. (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Pemerintah Kota Makassar memperluas distribusi air bersih menyusul meluasnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Melalui operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Kekeringan, penyaluran air bersih hari ini telah mencapai 157 titik.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang berada pada kisaran 30 hingga 70 titik distribusi per hari.

Perluasan cakupan dilakukan sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih akibat kondisi kekeringan.

Peningkatan jumlah titik distribusi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan pemetaan kebutuhan masyarakat di lapangan. Tim terkait terus mengidentifikasi wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk menentukan titik-titik prioritas penyaluran.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr HM Fadli Tahar SE MM CHt (IACT-USA), CI, CNLP, MMMH, mengatakan peningkatan jumlah titik distribusi merupakan bagian dari strategi respons dinamis selama masa tanggap darurat kekeringan.

“Hari ini distribusi sudah mencapai 157 titik. Jumlah ini akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Prinsip kami, ketika kebutuhan masyarakat meningkat, kapasitas respons pemerintah juga harus meningkat,” kata Fadli.

Menurutnya, penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan dengan pola distribusi yang sama setiap hari. Kondisi sumber air serta tingkat kebutuhan masyarakat dapat berubah sehingga penyaluran air harus menyesuaikan perkembangan situasi di masing-masing wilayah.

Operasi distribusi air bersih tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkarmat, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, BBWS, PDAM, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga relawan.

Kolaborasi lintas sektor dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mempercepat proses distribusi air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.



AIR BERSIH - BPBD Kota Makassar memperluas distribusi air bersih hingga 157 titik hari ini di seluruh wilayah terdampak kekeringan, meningkat dari 30-70 titik sebelumnya. Perluasan ini dilakukan bersama lintas instansi guna mempercepat pemenuhan kebutuhan air warga selama masa tanggap darurat. (Unhas TV /Venny Septiani)


Perkembangan jumlah titik distribusi menunjukkan adanya peningkatan cakupan respons pemerintah terhadap kondisi kekeringan di Kota Makassar.

Dari sekitar 30 titik per hari, jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 70 titik dan kini telah mencapai 157 titik.

BPBD Kota Makassar memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak kekeringan terus dilakukan. Penambahan titik distribusi akan disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan serta tingkat kebutuhan masyarakat.

Fadli menegaskan, operasi distribusi air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama status tanggap darurat kekeringan berlangsung.

“Kami tidak ingin masyarakat menunggu terlalu lama. Air harus sampai kepada warga yang membutuhkan. Karena itu, operasi terus kami perluas berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Makassar juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk menyampaikan informasi melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan. Informasi tersebut nantinya dapat ditindaklanjuti oleh tim di lapangan sesuai dengan hasil asesmen kebutuhan.

Dengan cakupan distribusi yang kini mencapai 157 titik, operasi TDB Kekeringan di Kota Makassar terus diperluas untuk menjangkau masyarakat yang terdampak.

Pemerintah memastikan distribusi air bersih akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta kebutuhan warga di lapangan.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memastikan penanganan dampak kekeringan berjalan secara cepat dan terkoordinasi selama masa tanggap darurat.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)