Sport

Doku Menyala, Haaland Cetak Gol ke-50 untuk City, Perebutan Gelar Liga Inggris Makin Panas



CETAK GOL- Omar Marmoush membuat skor menjadi 3-0 di menit-menit akhir saat City mengalahkan Brentford, Sabtu (9/5/2026) malam. (The Sun/getty)


Laga memanas ketika Brentford menuntut kartu merah untuk Nunes. Kevin Schade lolos di tepi kotak penalti dan terlibat duel dengan bek sayap City itu. Para pemain Brentford menilai Nunes menjadi orang terakhir dan melakukan pelanggaran yang layak diganjar kartu merah.

Namun tayangan ulang menunjukkan Nunes masih menyentuh bola, meski tipis. Wasit Michael Salisbury membiarkan permainan berjalan dan VAR tidak mengoreksi keputusan itu.

Kontroversi lain muncul beberapa menit kemudian. Bernardo Silva terlibat benturan dengan Nathan Collins di dekat garis lapangan. Saat bangkit, Silva terlihat menyentuh kaki lawannya.

Gerakannya tidak tampak keras, tetapi cukup untuk memancing perdebatan. Wasit hanya memberi kartu kuning. Keputusan itu menghindarkan City dari kemungkinan kehilangan kaptennya di fase penutup musim, ketika margin kesalahan nyaris tidak ada.

Selepas jeda, pola pertandingan tidak banyak berubah. City tetap dominan, tetapi ruang di belakang pertahanannya juga kerap terbuka saat Brentford melakukan serangan balik. Rayan Cherki melepaskan tendangan yang melebar.

Di sisi lain, Igor Thiago sempat memaksa Donnarumma membuat penyelamatan rendah. Bola liar hasil tepisan kiper Italia itu lalu dibuang Marc Guehi sebelum membahayakan gawang tuan rumah.

Ketika laga masih terbuka, Doku datang dengan penyelesaian yang menentukan. Dan setelah gol pertama itu tercipta, City seperti menemukan alirannya.

Brentford sempat kembali merasa dirugikan ketika Thiago mengirim umpan tarik kepada Schade, yang jatuh saat hendak menembak setelah mendapat dorongan kecil dari Nunes. Salisbury kembali bergeming. VAR pun tidak melihat cukup alasan untuk memberi penalti.

Momen itu menjadi titik balik kedua. Sebab, hanya beberapa detik kemudian, City menggandakan keunggulan. Antoine Semenyo mengirim umpan rendah ke depan gawang. Bola jatuh ke kaki Haaland.

Percobaan pertamanya diblok, tetapi penyerang itu bereaksi cepat dan mengarahkan bola masuk dengan tumit belakang. Gol itu lahir dari improvisasi, sekaligus menegaskan insting penyerang yang tetap hidup di ruang sempit.

Gol itu punya makna tambahan. Menurut catatan dalam bahan pertandingan, torehan tersebut membuat Haaland mengoleksi 50 gol untuk klub dan tim nasional pada musim ini.

Angka itu menegaskan peran sentralnya dalam musim City yang tetap menuntut standar tinggi, bahkan ketika tim beberapa kali tampak goyah di fase akhir kompetisi. Haaland tidak selalu tampil dominan sepanjang laga, tetapi ia tetap menemukan cara untuk menutup pekerjaan.

Brentford sempat berusaha menjaga jarak satu gol agar peluang mencuri poin tetap terbuka. Namun City justru menambah keunggulan pada masa injury time. Haaland menahan bola di depan, lalu menyodorkannya kepada pemain pengganti Omar Marmoush.

Penyerang itu menyelesaikan peluang dengan tegas untuk mengubah skor menjadi 3-0. Gol tersebut memberi bonus kecil bagi City dalam selisih gol, aspek yang bisa ikut berbicara jika persaingan gelar berakhir sangat rapat.

Bagi Guardiola, kemenangan ini lebih dari sekadar tiga poin. City sempat ditahan Everton, tetapi cara mereka bangkit pada laga itu memberi isyarat bahwa keyakinan belum hilang. Kemenangan atas Brentford menjadi bukti lanjutan.

Tim ini masih punya tenaga untuk memaksa persaingan berlangsung hingga akhir, sekaligus melempar tekanan psikologis kepada Arsenal sebelum lawannya itu memainkan pertandingan berikutnya melawan West Ham.

City belum keluar dari tikungan. Mereka masih harus menjaga konsistensi, juga berharap pesaing di atasnya terpeleset. Namun satu hal menjadi jelas di Etihad: mereka belum angkat tangan.

Selama Doku terus menyalakan sisi kiri serangan dan Haaland terus menghukum lawan di kotak penalti, Arsenal belum bisa merasa aman. (*)