KEPULAUAN SELAYAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat perannya dalam menjawab persoalan gizi dan kesejahteraan masyarakat melalui pelatihan pengolahan susu pasteurisasi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Bima Kencana di Desa Bone-Bone, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin skema Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) Tahun 2026.
Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat mengolah hasil ternak.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, mencegah stunting, serta membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
Tim pengabdian dipimpin Prof. Dr. drh. Ratmawati Malaka, M.Sc. dari Departemen Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Unhas.Anggota tim terdiri atas Dr. Ir. Kasmiyati Kasim, S.Pt., M.Si. dan Prof. Dr. Siti Haerani, M.Si.
Sejumlah mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas turut terlibat sebagai pendamping selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar, Elly Kurniati, S.Pi., M.Si., yang mewakili kepala dinas.
Acara juga dihadiri penyuluh pertanian, pengurus, dan seluruh anggota KWT Bima Kencana.
KWT Bima Kencana merupakan kelompok tani-ternak yang beranggotakan 12 perempuan di Desa Bone-Bone.
Hasil identifikasi tim menunjukkan sebagian besar anggota hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan literasi usaha agar potensi lokal mampu menghasilkan nilai tambah bagi keluarga.
Peningkatan kapasitas perempuan menjadi langkah strategis karena perempuan memegang peran penting dalam pemenuhan gizi keluarga sekaligus pengelolaan ekonomi rumah tangga.

Audiensi sebelum turun lapangan bersama Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar, Elly Kurniati, S.Pi., M.Si. (Foto: Dok.Pribadi).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF juga menegaskan bahwa pemenuhan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan salah satu kunci utama pencegahan stunting yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Kolaborasi Ilmu untuk Gizi, Ketahanan Pangan, dan Kemandirian Ekonomi
Pelatihan diawali dengan penyampaian tiga materi utama dari para dosen Universitas Hasanuddin.
Prof. Ratmawati Malaka menjelaskan teknik pengolahan susu pasteurisasi yang aman, higienis, dan mampu mempertahankan sebagian besar kandungan gizi susu.
Prof. Siti Haerani membekali peserta mengenai motivasi berwirausaha, pengembangan UMKM, serta strategi membangun usaha yang berkelanjutan.
Dr. Kasmiyati Kasim menjelaskan pentingnya penguatan kelembagaan kelompok agar mampu berkembang menjadi organisasi masyarakat yang mandiri dan produktif.
Setiap sesi berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta.
Usai penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan susu pasteurisasi.
Praktik dipandu Laboran Bioteknologi Pengolahan Susu Fakultas Peternakan Unhas, Zulfi Aryanti, S.Tr.Pt., M.Si., bersama mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas.
Para peserta mempelajari setiap tahapan produksi, mulai dari penanganan bahan baku, proses pemanasan sesuai standar pasteurisasi, hingga teknik pengemasan yang aman.
Produk susu pasteurisasi dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi, masa simpan lebih baik, dan peluang pasar yang cukup besar apabila dikelola secara profesional.
Tim pengabdian berharap keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi usaha rumah tangga yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi.
Prof. Ratmawati Malaka menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus mampu menghasilkan perubahan nyata yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Tim pengabdian Unhas bersama KWT Bima Kencana berkomitmen mewujudkan keluarga sehat, mandiri, sejahtera berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).
Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu antara bidang peternakan dan ekonomi, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan masyarakat juga diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mempercepat upaya penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal dapat menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (*)
Tim pengabdian Unhas dan KWT Bima Kencana bersinergi mencegah stunting melalui inovasi susu pasteurisasi bergizi. (Foto: Dok.Pribadi).



-300x173.webp)




