Makassar
Sulsel

Drone Racing Piala Panglima TNI Jadi Ajang Edukasi Pilot Drone dan Kesadaran Ruang Udara

DRONE RACING - Lanud Sultan Hasanuddin menggelar Open Tournament Drone Racing Piala Panglima TNI di Lapangan Angkasa, Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 27 pilot dari tujuh provinsi berkompetisi menguji kecepatan dan keterampilan mengendalikan drone. (Unhas TV / Wandi Nojeng)

MAROS, UNHAS.TV - Deru baling-baling pesawat tanpa awak memenuhi Lapangan Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/10/2026).

Bukan operasi militer, melainkan adu kecepatan dan ketangkasan para pilot drone dalam ajang Open Tournament Drone Racing Piala Panglima TNI.

Kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu menghadirkan 27 peserta dari tujuh provinsi di Indonesia.

Selain menjadi arena kompetisi teknologi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi komunitas dan pengguna drone mengenai aturan penggunaan ruang udara.

Di lintasan yang telah disiapkan, para pilot mengendalikan drone berkecepatan tinggi melewati berbagai rintangan. Kecepatan, ketepatan manuver, serta kemampuan membaca lintasan menjadi faktor utama yang menentukan kemenangan.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu mempertandingkan tiga kategori, yakni drone racing kelas tiga inci, lima inci, dan freestyle.

Masing-masing kategori memiliki tingkat tantangan berbeda. Kelas tiga inci menjadi pilihan bagi peserta pemula, sedangkan kelas lima inci menjadi kategori utama yang menguji kemampuan pilot profesional.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Panglima TNI untuk memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat, khususnya melalui kegiatan olahraga.



Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra memberikan penjelasan kompetisi Drone Racing Piala Panglima TNI 2026. (Unhas TV / Wandi Nojeng)


“Open Tournament Drone Race kali ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-81. Dari beberapa kegiatan perayaan HUT TNI ke-81, Panglima TNI memberikan instruksi kepada kami untuk meningkatkan sinergi dengan masyarakat, terutama di bidang olahraga,” ujar Vincentius.

Menurut dia, olahraga drone racing memiliki potensi besar untuk berkembang karena menggabungkan unsur teknologi, keterampilan, dan kompetisi.

Karena itu, Lanud Sultan Hasanuddin memilih drone racing sebagai salah satu wadah untuk mempertemukan komunitas drone dari berbagai daerah.

Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menyampaikan pemahaman kepada masyarakat mengenai regulasi penerbangan drone.

Penggunaan pesawat tanpa awak, kata Endy, harus memperhatikan ketentuan keselamatan dan aturan ruang udara yang berlaku.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai penggunaan drone. Melalui kegiatan ini, kami mengumpulkan seluruh komunitas untuk menyamakan persepsi terkait aturan penggunaan ruang udara, terutama dalam pengoperasian drone,” katanya.

Dalam perlombaan, ketinggian penerbangan drone dibatasi sekitar 10 meter untuk memastikan keamanan selama pertandingan. Sementara untuk penggunaan drone di luar kegiatan lomba, masyarakat tetap harus mengikuti ketentuan penerbangan yang telah ditetapkan.

Tidak seluruh kategori diperuntukkan bagi peserta dengan latar belakang profesional. Kategori freestyle, misalnya, terbuka bagi masyarakat umum yang ingin menunjukkan kreativitas dan kemampuan melakukan berbagai manuver udara.

Penilaian kategori racing dilakukan berdasarkan catatan waktu tercepat. Sementara kategori freestyle dinilai dari tingkat kesulitan gerakan, kreativitas, serta kemampuan pilot mengendalikan drone dalam berbagai pola manuver.

Turnamen nasional ini menjadi penyelenggaraan drone racing tingkat nasional pertama yang digelar oleh Lanud Sultan Hasanuddin. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi terhadap kemampuan peserta.



DRONE RACING - Lanud Sultan Hasanuddin menggelar Open Tournament Drone Racing Piala Panglima TNI di Lapangan Angkasa, Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 27 pilot dari tujuh provinsi berkompetisi menguji kecepatan dan keterampilan mengendalikan drone. (Unhas TV / Wandi Nojeng)


Selain kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai jenis drone, termasuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) drone milik TNI dari tiga matra.

Kehadiran teknologi tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan pemanfaatan drone, baik untuk kebutuhan pertahanan maupun masyarakat.

Lanud Sultan Hasanuddin juga melibatkan sekitar 35 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan ini. Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang interaksi antara institusi pertahanan dan masyarakat.

Melalui Drone Racing Piala Panglima TNI, Lanud Sultan Hasanuddin berharap olahraga drone semakin berkembang di Indonesia.

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi udara harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap aturan dan tanggung jawab penggunaannya.

(Wandi Nojeng / Unhas TV)