MAKASSAR, UNHAS.TV – Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program Studi Destinasi Pariwisata dan Program Studi Komunikasi Digital berkolaborasi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Optimalisasi Promosi Digital Desa Wisata Lakkang melalui Kegiatan Sosialisasi Berbasis Masyarakat di Desa Wisata Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Jumat (3/7), sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan potensi wisata berbasis lokal.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen dan empat mahasiswa dari kedua program studi Fakultas Vokasi Unhas bersama 15 warga Desa Wisata Lakkang yang mengikuti pelatihan dan pendampingan secara aktif.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan promosi digital sebagai strategi memperluas jangkauan pemasaran destinasi wisata sekaligus mengangkat potensi ekonomi kreatif desa.
Kegiatan dibuka oleh Aeni Nahdiyati yang mewakili Ketua Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Vokasi Unhas dengan menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Aeni mengatakan kehadiran tim pengabdian Fakultas Vokasi Unhas di Lakkang merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendorong desa wisata agar berkembang lebih optimal melalui penguatan promosi dan pemasaran destinasi.
Menurutnya, Desa Wisata Lakkang memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi tujuan wisata unggulan apabila didukung strategi promosi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Perkuat Identitas Digital dan Nilai Tambah Produk Lokal
Materi pertama disampaikan dosen Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Vokasi Unhas, G. Jagat Raya A.N., S.Tr.Par., M.Sc., yang menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam maupun budayanya, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaannya.
Ia menilai potensi wisata Lakkang akan berkembang lebih cepat apabila seluruh elemen masyarakat mampu bersinergi dalam menjaga daya tarik budaya sekaligus mengembangkan produk ekonomi kreatif sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Jagat mencontohkan kerajinan anyaman bambu dan produk rajut buatan warga sebagai produk UMKM yang memiliki nilai jual tinggi apabila dipromosikan secara lebih luas melalui berbagai platform digital.
Ia menambahkan bahwa pemasaran produk khas Lakkang tidak seharusnya berhenti di lingkungan desa karena strategi promosi yang tepat dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sesi berikutnya dipandu dosen Program Studi Komunikasi Digital Fakultas Vokasi Unhas, Sayyid Salim, S.I.Kom., M.I.Kom., yang memberikan pelatihan praktis mengenai teknik promosi digital melalui media sosial.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari berbagai strategi pemasaran digital mulai dari menentukan waktu terbaik mengunggah konten, memilih foto yang menarik perhatian audiens, hingga menyusun caption yang mampu membangun minat wisatawan dan calon pembeli produk UMKM.
Peserta juga diajak memahami pentingnya membangun identitas digital Desa Wisata Lakkang secara konsisten agar promosi mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah dan memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Wisata Lakkang semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan destinasi wisata dan produk lokal sehingga kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam memperkuat daya saing desa wisata yang berkelanjutan.(*)
Fakultas Vokasi Unhas dan warga Lakkang berkolaborasi memperkuat promosi digital demi kemajuan desa wisata berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).

-300x202.webp)






