MAKASSAR, UNHAS.TV - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, CVO, OBE, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan perlu berjalan beriringan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Hal tersebut disampaikannya dalam kuliah umum bertema Green Economy and Low-Carbon Growth: The UK and Indonesia’s Shared Agenda for the Future di Ruang Rapat Senat, Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (19/10/2026).
Dalam pemaparannya, Dominic menjelaskan bahwa perubahan iklim tidak dapat dipisahkan dari arah pembangunan ekonomi.
Kebijakan pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, serta pengembangan industri memiliki keterkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia turut merujuk pada Stern Review, laporan kajian ekonomi perubahan iklim yang disusun ekonom Inggris Nicholas Stern pada 2006.
Kajian tersebut menekankan bahwa dampak perubahan iklim dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar sehingga upaya penanganannya perlu menjadi bagian dari kebijakan pembangunan.
Menurut Dominic, perubahan iklim tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan ekonomi, keamanan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Dampaknya, seperti kebakaran hutan, kekeringan, gagal panen, dan suhu ekstrem, dapat mengancam ketahanan masyarakat serta mengganggu aktivitas ekonomi.
Dominic menyoroti Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang besar, mulai dari kawasan hutan, mangrove, wilayah pesisir, hingga ekosistem laut.

KULIAH UMUM - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan kuliah umum tentang ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon di Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (19/10/2026). Dalam materinya ia mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui kemitraan Indonesia-Inggris. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)
Di sisi lain, perkembangan kawasan perkotaan dan industri turut meningkatkan kebutuhan pembangunan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia bukan sekadar bagaimana mempertahankan pertumbuhan ekonomi, melainkan bagaimana menciptakan pembangunan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Dalam konteks tersebut, Dominic menekankan pentingnya kemitraan strategis Indonesia dan Inggris dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
Kerja sama kedua negara mencakup pembangunan rendah karbon, ketahanan iklim, transportasi, infrastruktur berkelanjutan, pendidikan, pengembangan keterampilan, serta inovasi.
Sulawesi Selatan menjadi salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam pengembangan kerja sama tersebut, khususnya sebagai mitra Inggris di kawasan Indonesia Timur.
Melalui program Low Carbon Development Initiative (LCDI), Sulawesi Selatan pernah menjadi salah satu provinsi percontohan dalam perencanaan pembangunan rendah karbon.
Sementara itu, melalui UK PACT, Pemerintah Inggris mendukung kajian ketahanan perkotaan dan mobilitas di kawasan Mamminasata, termasuk penyusunan rekomendasi untuk memperkuat perencanaan transportasi publik di Makassar.
Kerja sama lainnya juga mencakup dukungan terhadap perhutanan sosial, pemulihan kawasan hutan, serta penguatan mata pencaharian masyarakat melalui program tata kelola lingkungan bersama mitra lokal.
Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan
>> Baca Selanjutnya
KULIAH UMUM - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan kuliah umum tentang ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon di Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (19/10/2026). Dalam materinya ia mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui kemitraan Indonesia-Inggris. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)




-300x169.webp)
-300x162.webp)


