Karier
Pendidikan

Eka Sastra: Studio Maradeka dan Unhas Press Harus Jadi Infrastruktur Pengetahuan

Peresmian Studio Maradeka Unhas TV dan Unhas Press dirangkaikan dengan Dialog Prisma di Studio Maradeka Unhas.TV, Kamis (11/6/2026). (Unhas TV / Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin meresmikan Studio Maradeka Unhas TV dan Unhas Press di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (11/6/2026). Peresmian itu dirangkaikan dengan peluncuran dan diskusi publik Jurnal Prisma edisi Ekonomi Konstitusi.

Kegiatan yang berlangsung di Studio Maradeka Unhas TV tersebut diawali dengan pemotongan pita oleh Komisaris Unhas TV, Dr Eka Sastra SE MSi, bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K).

Dalam kesempatan itu, Eka Sastra menekankan pentingnya keberadaan Studio Maradeka dan Unhas Press sebagai infrastruktur produksi pengetahuan.

Ia berharap dua fasilitas tersebut tidak berhenti sebagai simbol kelembagaan, tetapi dimanfaatkan secara konkret untuk memperkuat kontribusi Unhas kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurut Eka, kampus tidak cukup hanya menjadi ruang akademik yang bekerja di dalam pagar universitas. Dengan adanya Unhas TV dan Unhas Press, gagasan akademik dapat keluar lebih cepat, lebih luas, dan lebih mudah diakses publik.

Ia menilai media kampus perlu menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan kebutuhan masyarakat.

Eka juga memandang kerja kolaboratif menjadi kunci. Karena itu, ia menyambut penandatanganan kerja sama antara Jurnal Prisma dan PT Hadin Media Nusantara sebagai langkah penting untuk memperkuat ekosistem gagasan, penerbitan, dan distribusi pengetahuan.

Bagi Eka, kerja sama seperti ini dapat membantu kampus menghadirkan percakapan yang lebih terarah, berbasis data, dan relevan dengan persoalan publik.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Muhammad Ruslin, mengatakan kehadiran Unhas Press dan Studio Maradeka dapat menjadi sarana pengembangan bakat mahasiswa, terutama di bidang media dan komunikasi.

Menurut dia, fasilitas tersebut juga mendukung implementasi kurikulum berbasis pengalaman langsung. Mahasiswa, kata dia, membutuhkan ruang praktik sebelum masuk ke masyarakat.

Setelah peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow sesi pertama bertema “Ekonomi Konstitusi: Kedaulatan, Keadilan, dan Kebijakan”.

Sesi ini menghadirkan ekonom senior Universitas Gadjah Mada, Dr. Revrisond Baswir; Redaktur Jurnal Prisma sekaligus dosen FEB UPN Veteran Jakarta, Dr Fachru Nofrian, Dekan FISIP Unhas Prof Dr Phil Sukri MSi, serta Eka Sastra.

Para pembicara membahas demokrasi ekonomi, tata kelola kelembagaan, dan tantangan menghadirkan keadilan serta kesejahteraan sesuai amanat konstitusi.

Dalam forum itu, Eka menempatkan media dan penerbitan kampus sebagai ruang penting untuk merawat percakapan publik yang berbasis pengetahuan. Ia menilai kampus harus hadir dalam isu strategis, bukan hanya sebagai pengamat, melainkan sebagai produsen gagasan.

Sesi kedua mengangkat tema “Matinya Reformasi? Capaian, Tantangan, dan Masa Depan Demokrasi Indonesia”. Diskusi ini menghadirkan Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma Fajar Nur Sahid, ekonom dan staf pengajar Syamsul Anam, serta Direktur Unhas Press Andri Alimuddin.

Melalui kegiatan tersebut, Unhas berharap Studio Maradeka Unhas TV dan Unhas Press menjadi pusat produksi gagasan, ruang belajar mahasiswa, dan forum dialog publik yang mampu memperkuat tradisi akademik serta demokrasi Indonesia.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)