MAKASSAR, UNHAS.TV - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Embarkasi Makassar telah memberangkatkan 7.849 jemaah calon haji ke Tanah Suci.
Mereka tergabung dalam 20 kelompok terbang gelombang pertama yang diberangkatkan melalui Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Jumlah tersebut masih akan bertambah dengan keberangkatan kloter berikutnya. Pada Selasa (5/5/2026), ratusan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 21 tiba di Asrama Haji Sudiang. Kloter ini menjadi kelompok terakhir pada gelombang pertama Embarkasi Makassar.
Jemaah Kloter 21 berasal dari tiga daerah, yakni Kabupaten Enrekang, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Gowa. Mereka berjumlah 387 orang dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Rabu, 6 Mei 2026, pukul 13.35 Wita.
Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan gelombang pertama Embarkasi Makassar segera berakhir setelah keberangkatan Kloter 21. Setelah itu, keberangkatan akan dilanjutkan dengan gelombang kedua mulai Kloter 22.
“Alhamdulillah pada hari ini sudah Kloter 20 kita berangkatkan dan satu kloter lagi besok, dan gelombang pertama berakhir. Artinya Kloter 22 mulai gelombang kedua,” kata Ikbal di Asrama Haji Sudiang, Selasa (5/5/2026).
Ikbal menjelaskan terdapat perbedaan pola perjalanan antara gelombang pertama dan gelombang kedua. Jemaah pada gelombang pertama mendarat di Madinah. Sementara itu, jemaah gelombang kedua akan langsung mendarat di Jeddah.
Perbedaan rute itu membuat persiapan jemaah gelombang kedua harus lebih diperhatikan. PPIH mengimbau seluruh jemaah calon haji gelombang kedua Embarkasi Makassar agar memasukkan pakaian ihram ke koper kecil atau tas kabin.

Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umrah Provinsi Sulsel Ikbal Ismail. (Unhas TV/Wandi Nojeng)
Pakaian itu akan digunakan sejak berada di Asrama Haji Sudiang sebelum keberangkatan menuju Jeddah.
“Gelombang pertama itu landing di Madinah dan gelombang kedua landing di Jeddah. Artinya, gelombang kedua, pada saat packing barang-barangnya, wajib memasukkan pakaian ihramnya ke koper kecil atau koper kabin,” ujar Ikbal.
Menurut Ikbal, imbauan tersebut penting agar jemaah tidak keliru menyimpan pakaian ihram di koper besar. Sebab, koper besar baru dapat diambil saat tiba di Tanah Suci. Jika pakaian ihram disimpan di koper besar, jemaah akan kesulitan memakainya ketika memasuki aula keberangkatan.
“Jangan sampai jemaah haji memasukkan pakaian ihramnya di koper besar. Karena koper besarnya nanti hanya bisa didapat pada saat di Tanah Suci. Jadi pakaian ihram wajib di koper kecil,” kata Ikbal.
Ia menjelaskan, jemaah gelombang kedua sudah harus menggunakan pakaian ihram saat berangkat dari Asrama Haji Sudiang. Setelah ada panggilan ke aula pemberangkatan, jemaah diharapkan telah mandi bersih dan langsung mengenakan pakaian ihram.
Adapun niat haji atau umrah, kata Ikbal, akan dilakukan di atas pesawat ketika melintasi wilayah miqat. Karena itu, kesiapan perlengkapan sejak dari asrama menjadi bagian penting dalam kelancaran perjalanan ibadah.
Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar akan melayani 16.750 jemaah calon haji. Mereka berasal dari delapan provinsi dan terbagi dalam 43 kloter. PPIH menargetkan seluruh proses pemberangkatan dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai jadwal.
(Wandi Nojeng / Unhas TV)
Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 21 PPIH Makassar dari Asrama Haji Sudiang, Selasa (5/5/2026). (Unhas TV/Wandi Nojeng)


-300x169.webp)
-300x169.webp)




