Sosial
Sulsel
Terkini

Jelang Idul Adha, Pemkab Maros Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban agar Bebas PMK dan Aman Disembelih

PERIKSA HEWAN - Petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros turun langsung memeriksa kondisi ternak di Kecamatan Moncongloe, Maros, Selasa (5/5/2026). (Unhas TV/Muh Nur Alim)

MAROS, UNHAS.TV - Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ternak yang beredar di pasaran bebas dari penyakit mulut dan kuku atau PMK serta penyakit ternak lainnya.

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik peternakan dan tempat penampungan hewan kurban. Salah satunya di Kecamatan Moncongloe, Maros, Selasa (5/5/2026).

Petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros turun langsung memeriksa kondisi ternak.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mulut, kuku, kulit, hingga kondisi fisik hewan. Petugas juga memastikan usia ternak telah memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Selain pemeriksaan, petugas memberikan vaksinasi, vitamin, dan obat cacing secara gratis.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengatakan pemeriksaan dan vaksinasi dilakukan untuk menekan risiko penyebaran penyakit, terutama PMK dan jembrana. Menurut dia, hingga saat ini sekitar 1.500 ekor ternak telah divaksin.

Jumlah tersebut akan dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan target yang sama. Pemerintah daerah menilai vaksinasi perlu dilakukan lebih awal karena mobilitas ternak biasanya meningkat menjelang Idul Adha.



PERIKSA HEWAN - Petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros turun langsung memeriksa kondisi ternak di Kecamatan Moncongloe, Maros, Selasa (5/5/2026). (Unhas TV/Muh Nur Alim)


“Alhamdulillah sampai saat ini Kabupaten Maros masih dalam kondisi aman, belum ditemukan adanya kasus PMK,” kata Jamaluddin.

Di Kabupaten Maros, terdapat lebih dari 2.000 hewan kurban yang tersebar di 14 kecamatan dan puluhan titik penampungan. Pemeriksaan kesehatan akan terus dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat layak dan aman.

Upaya ini disambut positif para pedagang hewan kurban. Masyur, salah seorang pedagang, mengatakan pemeriksaan dari petugas membantu meningkatkan kepercayaan pembeli.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Sapi diperiksa kesehatannya, kukunya, giginya, dan ada juga surat kesehatan dari peternakan,” kata Masyur.

Dari sisi penjualan, permintaan hewan kurban tahun ini mulai meningkat. Dari 58 ekor sapi yang disediakan Masyur, 35 ekor di antaranya telah terjual.

Namun, harga sapi kurban naik sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan dipicu meningkatnya biaya pakan dan operasional. Saat ini, harga sapi kurban di Maros berkisar Rp 14 juta hingga Rp 35 juta per ekor, didominasi sapi Bali dari peternak lokal.

(Muh Nur Alim / Unhas TV)