MANCHESTER, UNHAS.TV - Secara mengejutkan, Chelsea sukses meraih hasil imbang pada pertandingan yang penuh drama melawan Manchester City di Etihad Stadium, Minggu (4/1/2026) malam.
Hasil 1-1 ini tidak hanya mempengaruhi jalannya pertandingan, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap persaingan gelar Premier League. Skor ini memberi Arsenal keunggulan besar dalam perjuangan mereka untuk merebut trofi.
Calum McFarlane, yang baru saja dipercaya menangani Chelsea sebagai pelatih sementara setelah hengkangnya Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru, berhasil menuntun timnya bangkit dari ketertinggalan.
Meski hanya menjalani satu laga sebagai pelatih sementara, McFarlane—yang sebelumnya mengasah kemampuannya di tim EDS Manchester City—memanfaatkan pengalaman tersebut untuk memberikan kejutan besar.
Dengan hasil ini, McFarlane tak hanya mencatatkan namanya dalam sejarah Chelsea, tetapi juga memberi pukulan telak kepada mantan klubnya, Manchester City.
Sebagai tamu, The Blues meraih hasil imbang lewat gol penentu Enzo Fernandez pada menit-menit akhir pertandingan, setelah tiga kali percobaan yang mengguncang pertahanan City.
Sebuah hasil yang tidak pernah dibayangkan oleh pasukan Pep Guardiola, yang gagal mempertahankan keunggulan satu gol menjelang akhir laga.
Manchester City sebenarnya memulai pertandingan dengan dominasi. Mereka berhasil unggul pada menit ke-42 berkat gol cantik dari Tijjani Reijnders.
Pemain asal Belanda tersebut mencetak gol setelah memanfaatkan umpan dari Rayan Cherki yang dipotong oleh Trevoh Chalobah, kemudian melepaskan tembakan keras yang menembus gawang Chelsea.
Itu menjadi gol ketiganya dalam empat laga terakhir dan memberikan harapan bahwa City bisa memperpanjang rentetan kemenangan mereka.
Namun, meski unggul, City gagal mengembangkan permainan mereka di babak kedua. Setelah jeda, Chelsea tampil lebih agresif dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Salah satu momen terbaik mereka hadir ketika Enzo Fernandez mengirimkan umpan kepada Pedro Neto, namun sayangnya, tembakan Neto melambung jauh di atas gawang.
Situasi semakin memanas ketika Liam Delap, yang juga pernah menjadi bagian dari akademi City, hampir menyamakan kedudukan setelah tendangannya dihalau oleh kiper Gianluigi Donnarumma.
Chelsea bahkan sempat kehilangan peluang emas lainnya, dengan Abdukodir Khusanov yang berlari cepat dan menggiring bola ke arah gawang City, namun tembakan kerasnya diblok oleh pemain bertahan.
Tensi pertandingan semakin meningkat setelah adanya insiden di mana Khusanov, yang menggantikan tempat pemain lain, diterjang oleh Delap sehingga terjatuh ke papan iklan.
Kejadian tersebut menambah ketegangan di lapangan, dengan Ruben Dias dari City—yang sudah mendapat kartu kuning—terlihat beruntung tidak dihukum lebih lanjut.
Drama puncaknya terjadi pada waktu tambahan, di mana Chelsea berhasil mendapatkan satu kesempatan emas.
Menjelang berakhirnya waktu enam menit yang ditambahkan oleh wasit, Chelsea berhasil mencetak gol penyeimbang melalui aksi Enzo Fernandez.
Pada percobaan pertama, tembakan Fernandez diblok oleh Matheus Nunes, namun bola liar tersebut berhasil disambar kembali oleh Fernandez dan ia sukses menembus jala City.
Keberhasilan Fernandez ini mengguncang Etihad, dan memberikan Chelsea satu poin berharga dalam laga yang semula terlihat akan berakhir dengan kekalahan.
Sebagai tambahan, hasil imbang ini memberi keuntungan besar bagi Arsenal, yang kini memiliki peluang lebih besar untuk merebut posisi teratas di klasemen Premier League.
Bagi McFarlane, meskipun hasil ini hanya menjadi catatan sesaat dalam perjalanan panjang Chelsea di musim ini, ia berhasil menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk memberikan dampak positif dalam waktu singkat.
Bagi Manchester City, hasil imbang ini menjadi pukulan telak dalam perburuan gelar, karena mereka gagal memanfaatkan keunggulan dan kehilangan kesempatan untuk meraih tiga poin penuh yang sangat berharga.
Dengan tambahan satu poin ini, Chelsea masih berada dalam perburuan Liga Eropa, namun perjuangan mereka untuk bertahan di zona Liga Champions semakin menantang.
Sementara itu, Manchester City harus segera bangkit untuk mempertahankan posisinya di papan atas, dengan Arsenal kini unggul jauh dalam perburuan gelar Premier League. (*)
Gelandang Manchester City Tijjani Reijnders mencetak gol ketiganya untuk City dalam empat laga terakhir saat menjamu Chelsea di Etihad Stadium, Minggu (4/1/2025) malam. City ditahan imbang 1-1 oleh Chelsea dan gagal merapatkan jarak dengan pemuncak klasemen, Arsenal. (the sun).








