UNHAS.TV - Satu kapal ferry yang membawa 117 penumpang dan 17 awak kapal, terbakar saat berada sekitar 7,6 mil nautika di perairan Turda, Filipina. Komandan Penjaga Pantai Filipina, Noemi Cayabyab, menyebutkan kecelakaan itu mengakibatkan lima orang tewas dan 86 orang dinyatakan hilang.
"43 orang berhasil diselamatkan dan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya," kata Noemi Cayabyab.
Kapal MV June Aster itu berangkat dari Pelabuhan Baresco di Manila pada 8 September, pukul 20:13 waktu setempat, dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Coron pada 9 September pukul 18:00 waktu setempat.
Pemerintah setempat menyebutkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pada saat kecelakaan itu terjadi, ombak tidak terlalu tinggi sehingga diduga kebakaran itu disebabkan oleh faktor internal.
Roland Lerma, penumpang yang berhasil diselamatkan, menyebutkan sempat mendengar ledakan di dalam kapal, diikuti lampu kapal padam, dan asap tebal. "Semenit kemudian, sudah muncul api dan suhu sekitar sangat panas. Saya tidak bisa melihat lagi dan orang-orang berteriak ketakutan. Kami sudah dalam keadaan panik. Setelah itu, kami sudah terombang-ambing di laut tanpa jaket pelampung," kata Roland Lema.
Roland ada di kapal itu bersama dengan enam tetangganya. Mereka hendak ke tempat kerja mereka di Coron. Dari enam orang itu, tiga di antaranya berada di rumah sakit, dua lainnya hilang.(*)
Kapal ferry terbakar di Filipina. Foto: Philippine Coast Guard








