Sport

FIFA Denda Federasi Sepakbola Spanyol Rp325 Juta Akibat Nyanyian Anti-Islam

RASIS - Pesan anti-rasis dan diskriminasi ditampilkan kepada para penggemar di Stadion RCDE, kandang Espanyol, selama pertandingan antara Spanyol dan Mesir, 31 Maret 2026. (Screenshot Al Jazeera)

BARCELONA, UNHAS.TV - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan denda US$20.000 atau sekitar Rp325 juta kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

FIFA juga memerintahkan penutupan sebagian tribun stadion untuk pertandingan persahabatan Spanyol berikutnya setelah suporter melontarkan yel-yel bernada Islamofobia saat menghadapi Mesir pada Maret 2026 lalu.

Sanksi itu berkaitan dengan insiden di RCDE Stadium, stadion milik klub Espanyol di dekat Barcelona, ketika sebagian suporter Spanyol dua kali meneriakkan, “Siapa yang tidak melompat adalah Muslim.” Pertandingan pemanasan menuju Piala Dunia 2026 tersebut berakhir imbang tanpa gol, 0-0.

Setelah yel-yel itu kembali terdengar, pengeras suara stadion mengeluarkan peringatan. Pesan yang mengecam perilaku diskriminatif juga ditampilkan pada papan skor.

Penyerang sayap Spanyol, Lamine Yamal, yang beragama Islam, mengecam tindakan tersebut. Ia menyebut chant itu tidak menghormati orang lain dan tidak dapat ditoleransi.

Secera terpisah, Yamal juga menyebut pelakunya sebagai orang yang bodoh dan sangat rasis di era modern seperti sekarang ini.

Polisi Spanyol memulai penyelidikan sehari setelah pertandingan. FIFA kemudian membuka proses disipliner terhadap RFEF untuk menilai dugaan pelanggaran aturan antidiskriminasi.

Dalam pembelaannya, RFEF berargumen bahwa kata “Muslim” bukan istilah yang menghina atau merendahkan.

Federasi itu menilai perilaku suporter semestinya diperiksa berdasarkan Pasal 17 Kode Disiplin FIFA, yang mengatur pesan politik, ideologis, keagamaan, atau ofensif, bukan Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasial.

Namun, komite disiplin FIFA menolak argumen tersebut. Menurut FIFA, Pasal 15 tidak mensyaratkan penggunaan kata-kata kasar secara eksplisit.

Sebuah istilah dapat bersifat diskriminatif jika, dalam konteks tertentu, digunakan untuk menghina, mengejek, atau menempatkan kelompok tertentu sebagai pihak yang lebih rendah.

Selain denda, FIFA memerintahkan RFEF menutup sedikitnya 15 persen kursi yang tersedia di stadion saat Spanyol menjalani laga persahabatan berikutnya. Al Jazeera menyatakan telah menghubungi RFEF untuk meminta tanggapan mengenai sanksi tersebut. (*)