MAKASSAR, UNHAS.TV - Konsulat Jenderal Filipina di Manado menilai Makassar memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas maritim dan perdagangan dengan Filipina.
Penilaian itu disampaikan Public Diplomacy Officer Konsulat Jenderal Filipina di Manado, Mr Raphael Jonathan J. Tadeo, dalam rangkaian hari kedua Indonesia Gastrodiplomacy Series atau IGS 2026 di Hotel Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).
Raphael mengatakan Makassar bukan hanya menarik dari sisi kuliner, tetapi juga penting dalam peta logistik kawasan. Ia menyebut posisi Makassar sebagai salah satu pelabuhan besar di Indonesia dapat membuka ruang kerja sama pengiriman barang, konektivitas laut, dan perdagangan bilateral.
“Here in Makassar my favorite is Coto Makassar. Very similar to, if I can describe it, Tinola Itum (Di Makassar, menu favoritnya adalah Coto Makassar. Sangat mirip, jika boleh saya jelaskan dengan Tinola Itum," kata Raphael.
“Makassar is one of the biggest ports in Indonesia, so a logistical or shipping cooperation or connection will really benefit both our countries (Makassar adalah salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, jadi kerja sama atau koneksi logistik atau pengiriman akan sangat menguntungkan kedua negara kita)," lanjutnya.
Menurut Raphael, kedekatan geografis Indonesia dan Filipina menjadi modal penting untuk membangun jalur baru perdagangan. Ia berharap hubungan tersebut dapat melahirkan lebih banyak peluang ekonomi bagi kedua negara.
“So hopefully, we can establish this new link and it will bring more trade opportunities for both our countries, especially that we are geographically close (Jadi, mudah-mudahan, kita dapat membangun hubungan baru ini dan akan membawa lebih banyak peluang perdagangan bagi kedua negara kita, terutama karena kita berdekatan secara geografis)," tambahnya.
Pernyataan Raphael menjadi salah satu sinyal positif dari delegasi asing yang hadir dalam forum bisnis IGS 2026. Acara ini mempertemukan pemerintah daerah, kementerian terkait, pelaku usaha, serta delegasi diplomatik dari 28 negara mitra.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan forum tersebut memberi ruang bagi para duta besar dan perwakilan negara sahabat untuk melihat langsung potensi Makassar dan Sulawesi Selatan. Ia berharap peluang investasi dapat masuk dengan aman dan nyaman ke daerah ini.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, menyebut gastrodiplomasi sebagai instrumen diplomasi publik yang kuat.
Menurut dia, makanan dapat menjadi bahasa universal untuk mempertemukan banyak pihak dan membahas peluang pariwisata, perdagangan, investasi, hingga pendidikan.
Kepala DPMPTSP Kota Makassar, Muhammad Mario Said, mengatakan sektor kelautan menjadi salah satu komoditas unggulan yang ditawarkan kepada negara mitra. Ia menyebut hasil perikanan dan seafood sebagai potensi utama karena Makassar memiliki karakter maritim yang kuat.
Melalui momentum ini, hari kedua IGS 2026 membuktikan bahwa Makassar sukses memposisikan dirinya sebagai pintu gerbang investasi di Kawasan Timur Indonesia.
Diplomasi yang berawal dari kelezatan kuliner di meja makan kini telah bergerak maju menuju kesepakatan ekonomi yang nyata bagi dunia global.
(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
Information and Public Diplomacy Officer dari Konsulat Jenderal Filipina di Manado, Mr Raphael Jonathan J Tadeo. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)
-300x149.webp)





-300x200.webp)

