RIYADH, UNHAS.TV - Cristiano Ronaldo tertunduk lama di bangku cadangan Al Nassr. Kamera televisi menangkap wajahnya basah oleh air mata setelah klub Saudi itu kalah 0-1 dari Gamba Osaka pada final AFC Champions League Two di Riyadh, Minggu (16/5/2026) dini hari.
Gol tunggal Deniz Hummet pada menit ke-30 mengubur ambisi Al Nassr meraih trofi kontinental tertinggi di kancah sepakbola Asia musim ini. Kekalahan itu memperpanjang penantian Ronaldo untuk meraih trofi resmi utama bersama Al Nassr.
Sejak datang ke Arab Saudi pada 2023 setelah berpisah dengan Manchester United, penyerang Portugal tersebut baru mengangkat Arab Club Champions Cup. Turnamen itu tidak berada dalam kalender resmi FIFA.
Ronaldo, 41 tahun, datang ke final dengan beban besar. Al Nassr bermain di kandang sendiri, di hadapan publik Riyadh, dan memiliki skuad bertabur bintang.
Namun tekanan itu tidak berbuah gelar. Reuters melaporkan Al Nassr menguasai banyak peluang, tetapi tidak mampu menembus pertahanan Gamba Osaka.
Ronaldo juga gagal memanfaatkan peluang sundulan pada masa tambahan waktu. Selepas peluit akhir, Ronaldo disebut tidak ikut memimpin rekan-rekannya ke podium untuk menerima medali runner-up.

Cristiano Ronaldo menangis di bangku cadangan setelah gagal lagi meraih trofi Liga Champions Asia selama tiga tahun masa baktinya di Al-Nassr. (The Sun/EPA)
Sejumlah laporan menyebut ia meninggalkan area seremoni, sementara pelatih Jorge Jesus dan Joao Felix mengambil peran di depan rombongan Al Nassr.
Bagi Ronaldo, kegagalan ini menjadi pukulan baru dalam fase akhir kariernya. Ia dikenal tidak menyembunyikan emosi setelah kekalahan besar.
Di Riyadh, ekspresi itu muncul lagi. Bedanya, kali ini terjadi saat peluang meraih trofi Asia berada di depan mata.
Meski demikian, musim Al Nassr belum sepenuhnya selesai. Klub tersebut masih memimpin Saudi Pro League dengan keunggulan dua poin atas Al Hilal.
Kemenangan atas Damac pada laga terakhir akan memastikan gelar liga pertama Al Nassr sejak 2019.
Ronaldo juga masih menatap Piala Dunia 2026 bersama Portugal. Turnamen itu hampir pasti menjadi panggung terakhirnya di level dunia.
Dari deretan gelar yang pernah ia raih, Piala Dunia masih menjadi satu-satunya trofi besar yang belum masuk lemari prestasinya. (*)
Cristiano Ronaldo menangis di bangku cadangan setelah gagal lagi meraih trofi Liga Champions Asia selama tiga tahun masa baktinya di Al-Nassr. (The Sun/EPA)








