MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas bersama Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Unhas menggelar Workshop One Day Standardized Oral Cancer Examination and Clinical Exposure di RSGMP Unhas Jl Kandea, Makassar, 8 dan 10 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKG Unhas meningkatkan dan menyeragamkan kompetensi tenaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan rongga mulut, khususnya untuk mengenali tanda-tanda awal yang berpotensi mengarah pada kanker rongga mulut.
Dekan FKG Unhas, drg Erni Marlina PhD SpPM SubspInfIm(K), mengatakan kegiatan tersebut merupakan cita-cita lama FKG Unhas untuk menyamakan persepsi dan standar pemeriksaan di kalangan dokter gigi.
“Yang pertama paling penting kami ingin membuat penyamaan persepsi kepada kami sendiri spesialis penyakit mulut dan terutama dokter gigi umum bahwa cara melakukan pemeriksaan harus disamakan, yang bagian mana memberikan tanda itu mengarah pada penyakit keganasan,” ujar Erni.
Menurutnya, kemampuan mendeteksi tanda awal kanker rongga mulut seharusnya menjadi kompetensi yang dimiliki setiap dokter gigi. Ke depan, FKG Unhas juga berharap keterampilan tersebut dapat diperluas kepada individu yang bergerak di bidang kesehatan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemungkinan ditemukannya lesi yang berpotensi ganas sedini mungkin, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat.
Selain aspek kompetensi klinis, workshop ini juga berkaitan dengan rencana penelitian mengenai kebiasaan menginang sirih yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Erni menjelaskan, hingga saat ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memberikan gambaran ilmiah mengenai kondisi rongga mulut masyarakat yang memiliki kebiasaan tersebut.
“Kami akan lakukan di daerah Toraja juga sebelum mengambil data di masyarakat untuk menilai apakah masih banyak pengguna menginang sirih dan bagaimana kondisi rongga mulutnya,” jelasnya.
FKG Unhas juga membuka peluang kerja sama dengan Dr Elizabeth Fitriana Sari dalam pengembangan penelitian dan program deteksi dini kanker rongga mulut di Sulawesi Selatan.
Kenali Tanda Awal
Sementara itu, Dr Elizabeth Fitriana Sari menekankan pentingnya kemampuan dokter gigi dalam mengenali tanda awal atau lesi yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Menurutnya, sejumlah tanda yang perlu diperhatikan antara lain bercak merah atau putih pada rongga mulut, serta luka atau sariawan yang tidak kunjung sembuh hingga tiga minggu.
“Kalau kami dokter gigi bisa mendeteksi di fase awal, insyaallah masih bisa dicegah untuk bertransformasi menjadi kanker mulut,” ujarnya.
Melalui workshop tersebut, peserta diharapkan mampu melakukan pemeriksaan rongga mulut secara komprehensif, baik pada jaringan lunak maupun jaringan keras, untuk menemukan lesi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Peserta kegiatan terdiri atas residen, mahasiswa, dokter spesialis, dan dokter gigi umum. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin terhadap pasien.
Elizabeth menilai, kemampuan melakukan skrining secara rutin menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung deteksi dini kanker rongga mulut.
“Dalam workshop ini kemampuan paling penting diharapkan mereka bisa melakukan comprehensive oral lesion untuk soft tissue dan hard tissue supaya bisa melihat apakah ada lesi-lesi awal pada pasien atau tidak dan bisa menjadikan pemeriksaan rutin pada pasien,” katanya.
Ke depan, FKG Unhas berharap penguatan kompetensi deteksi dini ini dapat menjadi bagian dari program deteksi kanker rongga mulut di Sulawesi Selatan.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan penemuan kasus pada tahap lebih awal dan mengurangi risiko pasien datang dalam kondisi penyakit yang sudah lanjut.
(Zulkarnaen Jumar Taufik / Yuzril / Unhas TV)
WORKSHOP - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas bersama Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Unhas menggelar Workshop One Day Standardized Oral Cancer Examination and Clinical Exposure di RSGMP Unhas Jl Kandea, Makassar, Sabtu (8/8/2026). Tampil sebagai narasumber Dr Elizabeth Fitriana Sari. (Unhas TV / Yusril)
-300x169.webp)



_3-300x201.webp)



