Pendidikan

FKM Unhas Lepas Mahasiswa PBL III, Siap Wujudkan Program Kesehatan Berbasis Aset di Soppeng

Mahasiswa FKM Unhas berfoto bersama sebelum menjalankan PBL III dan pengabdian masyarakat. (Foto: Istimewa). Mahasiswa FKM Unhas berfoto bersama sebelum menjalankan PBL III dan pengabdian masyarakat. (Foto: Istimewa).

MAKASSAR,UNHAS.TV— Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin melepas mahasiswa peserta Praktik Belajar Lapangan (PBL) III di Aula Prof. dr. H. Sirajuddin Beku, SKM, FKM Unhas,(23/6), sebagai tahap akhir rangkaian pembelajaran lapangan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Soppeng.

PBL III merupakan kelanjutan dari PBL I dan PBL II yang sebelumnya telah dijalankan di wilayah yang sama melalui proses identifikasi masalah kesehatan serta pemetaan potensi dan aset masyarakat.

Pada tahap ini mahasiswa diarahkan untuk menyusun rencana aksi sekaligus melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap program-program yang telah dirancang berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut menjadi ruang implementasi bagi mahasiswa untuk menerjemahkan berbagai konsep dan teori kesehatan masyarakat ke dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Fase Penentu Pengabdian Mahasiswa

Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MScPH, PhD, menegaskan bahwa PBL III merupakan fase paling penting sekaligus paling menantang dalam keseluruhan proses pembelajaran lapangan mahasiswa.

Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, Ph.D. (L), Dekan FKM Unhas, melepas mahasiswa PBL III menuju Soppeng untuk pengabdian masyarakat.(Foto: Dok.Pribadi).
Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, Ph.D. (L), Dekan FKM Unhas, melepas mahasiswa PBL III menuju Soppeng untuk pengabdian masyarakat.(Foto: Dok.Pribadi).


Ia meminta mahasiswa menyusun program secara matang agar mampu menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta menjadi bentuk pengabdian yang bermakna.

“Buatlah rancangan kegiatan dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata dan menjadi bentuk pengabdian yang bermakna. Libatkan masyarakat secara aktif, serta jadikan pengalaman ini sebagai ruang belajar untuk memberi kontribusi terbaik. Ini adalah fase akhir, jadi lakukan yang terbaik,” ujarnya.

Melalui PBL III, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh hasil pembelajaran sebelumnya ke dalam pelaksanaan program yang sistematis, terukur, dan berbasis aset masyarakat.

Mahasiswa juga didorong untuk menghasilkan rekomendasi tindak lanjut yang aplikatif dan berkelanjutan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama berada di lapangan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.

Dengan membawa nama besar FKM Unhas, para mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tahapan akademik semata, tetapi juga memperkuat komitmen sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat yang siap hadir, berkontribusi, dan mengabdi untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan di tengah masyarakat. (*)