MAKASSAR, UNHAS.TV - Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Hasanuddin 2026 menempatkan Raden Dewi Salma Khairunnisaa Nur Fathonah Padmadipoera sebagai juara pertama kategori pratama.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran itu menonjol di tengah persaingan 18 finalis terbaik dari berbagai fakultas yang tampil dalam penganugerahan di Arsjad Rasjid Lecture Theatre, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (2/4/2026).
Penganugerahan Pilmapres Unhas tahun ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi berlapis yang mempertemukan delapan finalis kategori pratama, tujuh finalis kategori utama, dan tiga finalis jenjang diploma atau vokasi.
Dari kategori pratama, Raden Dewi Salma keluar sebagai pemenang pertama, disusul Faiz Ahmad Fachri dari Fakultas Hukum di posisi kedua dan Vina Maulida dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di posisi ketiga.
Pada kategori utama, juara pertama diraih Andi Farina Aura Aulya Hermansyah dari Fakultas Hukum. Posisi berikutnya ditempati Azzahra Aurelya Shodan Razak dari Fakultas Kedokteran dan Asiyah Syaharuddin dari Fakultas Kedokteran Gigi.
Adapun pada kategori vokasi, penghargaan diberikan kepada Andi Nanda Nur Amriani, Muhammad Haikal Fathanah, dan Nayyara Shakira Hendratmo.
Panitia juga memberikan penghargaan tambahan kepada Zahra Munadira sebagai juara favorit kategori komunikatif serta Gabriela Lambert untuk honorable mention pemberdayaan masyarakat.
Di antara seluruh pemenang, nama Raden Dewi paling banyak menyedot perhatian. Latar belakangnya sebagai mahasiswa pendidikan dokter memberi konteks tersendiri pada kemenangan itu.
Jadwal akademik di pendidikan dokter dikenal padat, dengan ritme kuliah yang menuntut fokus, ditambah kegiatan organisasi kampus, dan persiapan kompetisi Pilmapres 2026 yang tak ringan.
Raden Dewi mengatakan persiapan menuju Pilmapres tidak dilakukan secara mendadak. Ia mengaku mulai menyiapkan diri sejak setahun sebelumnya dengan mempelajari kriteria penilaian serta mengikuti kegiatan yang relevan untuk memperkuat portofolio.
“Persiapannya sudah saya lakukan sejak satu tahun sebelumnya, dengan melihat kriteria penilaian Mapres dan mengikuti berbagai kegiatan yang relevan,” kata Dewi.
Menurut dia, tantangan terbesarnya terletak pada manajemen waktu. “Jadwal kuliah di pendidikan dokter sangat padat, ditambah kegiatan organisasi dan persiapan lainnya,” jelasnya.
Ia mengatakan kemenangan itu bukan akhir, melainkan pijakan awal untuk menjaga motivasi dan mencoba lebih banyak hal yang sesuai dengan minatnya.
Pernyataan itu sejalan dengan semangat Pilmapres yang tidak semata mengukur hasil akhir, tetapi juga menilai proses, konsistensi, dan arah pengembangan diri mahasiswa.
Kemenangan Raden Dewi menjadi penegas bahwa prestasi akademik dan nonakademik bisa berjalan beriringan, bahkan di tengah beban studi yang berat.
Bagi Unhas, hasil Pilmapres tahun ini bukan hanya daftar nama pemenang, melainkan pesan bahwa ketekunan, perencanaan, dan disiplin tetap menjadi inti dari setiap capaian.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
JUARA PILMAPRES - Raden Dewi Salma Khairunnisaa Nur Fathonah Padmadipoera (kanan) terpilih sebagai juara pertama kategori pratama Pilmapres Unhas 2026. (dok Unhas TV)








