SIDRAP, UNHAS.TV - Kegiatan pelatihan ecoprint pada totebag dilaksanakan di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin yang dilaksanakan oleh mahasiswa, Jessica Sisilia Piter.
Pelatihan tersebut bertujuan mengenalkan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan dengan memanfaatkan daun dan bunga yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat. Adapun sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK serta anak-anak yang tinggal di wilayah Kelurahan Lajonga.
Ecoprint merupakan teknik mencetak motif alami pada kain dengan memanfaatkan pigmen yang terdapat pada tumbuhan. Berbeda dengan pewarna sintetis, metode ecoprint tidak menghasilkan limbah berbahaya sehingga lebih aman bagi lingkungan.
"Totebag dipilih sebagai media karena memiliki nilai guna tinggi, dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari, serta memiliki potensi nilai ekonomis," ujar Jessica pada Kamis (22/1/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian ecoprint, pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan, serta manfaat penggunaan tawas yang dilarutkan dalam air untuk proses perendaman totebag.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis daun dan bunga, seperti daun pepaya, daun singkong, serta daun dan bunga liar yang tumbuh di sekitar desa.
Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung, mulai dari proses penyusunan daun dan bunga di atas totebag, pelapisan dengan plastik bening agar daun tidak menempel pada palu, hingga proses pemukulan menggunakan palu kayu.
Tahap akhir berupa perendaman totebag dalam air yang telah dicampur larutan tawas, dengan tujuan agar warna dari daun dan bunga lebih meresap serta awet dalam jangka waktu yang lebih lama.
Jessica menyampaikan bahwa Kelurahan Lajonga memiliki lingkungan yang masih sangat asri dengan beragam tumbuhan.
“Saya berharap ibu-ibu, adik-adik, dan masyarakat di sini dapat menyadari bahwa potensi alam tersebut memiliki manfaat besar dan dapat diolah menjadi produk unik dan kreatif tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para peserta. Salah satu peserta mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, seru, dan unik, karena kami baru mengetahui bahwa daun dan bunga di pekarangan rumah bisa dimanfaatkan menjadi motif cantik pada tas dan bahkan memiliki nilai jual,” tuturnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ecoprint tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka wawasan usaha kreatif berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, peserta berhasil menghasilkan totebag dengan beragam motif alami yang unik. Setiap tas memiliki karakter dan corak yang berbeda, tergantung pada jenis daun dan bunga yang digunakan serta teknik penataannya.
Keunikan inilah yang menjadi daya tarik utama produk ecoprint dibandingkan produk pabrikan yang bersifat seragam.
Kegiatan ecoprint ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Lajonga untuk lebih mencintai lingkungan sekaligus mendorong kreativitas ekonomi.
Dengan memanfaatkan bahan alami di sekitar, masyarakat dapat mengurangi penggunaan pewarna kimia, menciptakan produk bernilai jual, serta mendukung gaya hidup berkelanjutan bagi generasi mendatang.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
Mahasiswa KKN Tematik Unhas menggelar pelatihan ecoprint pada totebag di kantor Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, 15 Januari 2026. (foto: Jessica Sisilia Piter).
-300x205.webp)







