MAKASSAR, UNHAS.TV – Seminar nasional bertajuk “Be The Upgraded Gen-Z: Mewujudkan Generasi Muda Terampil dalam Penguatan Hilirisasi di Indonesia” digelar di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Tamalanrea Universitas Hasanuddin, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Chemistry Festival (Chemfest) 2026 dan menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi, pemerintah, serta industri.
Seminar tersebut menyoroti pentingnya hilirisasi industri yang tidak semata berorientasi pada peningkatan nilai tambah ekonomi.
Para narasumber menekankan bahwa proses hilirisasi harus dibarengi kesiapan teknologi, kualitas sumber daya manusia, serta pengendalian dampak lingkungan secara komprehensif.
Dosen Kimia Analitik FMIPA Unhas, Djabal Nur Basir, menjelaskan bahwa penerapan sustainable chemistry menjadi kunci menjawab tantangan industri modern.
Menurut dia, ketergantungan pada bahan baku fosil, tingginya konsumsi energi, serta produksi limbah yang berdampak pada perubahan iklim merupakan persoalan nyata yang harus dihadapi.
“Hilirisasi berbasis sustainable chemistry adalah langkah strategis untuk memastikan pembangunan ekonomi berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya di hadapan peserta seminar.
Djabal menambahkan, transformasi industri ke arah yang lebih ramah lingkungan membutuhkan inovasi proses kimia yang efisien energi dan minim limbah. Tanpa pendekatan tersebut, hilirisasi berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan baru.
Dari sisi pemerintah, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Fachrie Rezka Ayyub, menekankan bahwa setiap tahapan hilirisasi harus memperhatikan aspek pengendalian dampak lingkungan.
Menurut Fachrie, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen pengendalian, mulai dari kajian lingkungan hidup strategis hingga analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

CHEMFEST 2026 - Narasumber Seminar Chemistry Festival 2026, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas LHK Sulsel Fachrie Rezka Ayyub dan Manager of Research and Development Center PT QMB New Energy Materials Adhan Apriadi Putra. (unhas tv/moh resha maraham)
Selain itu, pengawasan mutu air, mutu udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta pengendalian sampah menjadi bagian tak terpisahkan dari proses hilirisasi.
“Hilirisasi bukan hanya soal produksi. Ada dampak lingkungan yang harus dikendalikan. Kami mendorong generasi muda untuk tidak hanya fokus pada optimalisasi industri, tetapi juga pada inovasi pengendalian dampaknya,” katanya.
Ia berharap hilirisasi di Indonesia dapat berlangsung berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. Menurutnya, Gen-Z memiliki peran strategis karena akan menjadi aktor utama dalam pengembangan industri di masa depan.
Dari sektor industri, Manager of Research and Development Center PT QMB New Energy Materials, Adhan Apriadi Putra, menyoroti pentingnya penguasaan teknologi dan peningkatan kapasitas tenaga ahli.
Ia memaparkan potensi besar sumber daya alam Indonesia, khususnya nikel, dalam mendukung pengembangan industri baterai dan energi baru.
Menurut Adhan, hilirisasi memberikan keuntungan ekonomi signifikan, tetapi juga menuntut teknologi pengolahan yang lebih kompleks dibandingkan ekspor bahan mentah. Pengolahan nikel, misalnya, membutuhkan standar kualitas tinggi, efisiensi proses, serta kompetensi teknis yang mumpuni.
“Di balik keuntungan hilirisasi, dibutuhkan teknologi, tenaga ahli, dan teknik pengolahan yang lebih kompleks. Mahasiswa harus meningkatkan kompetensi agar siap menjadi tenaga ahli di masa depan,” ujarnya.
Seminar ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Diskusi berlangsung interaktif, dengan sejumlah peserta menyoroti tantangan implementasi hilirisasi di daerah, termasuk kesiapan infrastruktur dan regulasi.
Melalui forum ini, panitia Chemfest 2026 berharap mahasiswa tidak hanya memahami potensi sumber daya alam Indonesia, tetapi juga terdorong untuk berinovasi dan menguasai teknologi.
Hilirisasi, sebagaimana ditekankan para pembicara, bukan sekadar agenda ekonomi, melainkan proyek besar yang menuntut keseimbangan antara pertumbuhan industri dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan keterlibatan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri dalam satu panggung, seminar nasional ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan bagi generasi muda.
Gen-Z didorong tampil sebagai motor penggerak hilirisasi nasional yang berdaya saing, inovatif, dan berorientasi jangka panjang.
(Venny Septiani Semuel / Moh Resha Maharam / Unhas TV)
CHEMFEST 2026 - Tiga narasumber Seminar Chemistry Festival 2026, Dosen Kimia Analitik FMIPA Unhas Djabal Nur Basir, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas LHK Sulsel Fachrie Rezka Ayyub, dan Manager of Research and Development Center PT QMB New Energy Materials Adhan Apriadi Putra. (unhas tv/moh resha maharam)








