Sport

Gagal di Piala Super dan Copa del Rey, Real Madrid Siap Datangkan Haaland dan Maresca

Striker Manchester City Erling Haaland menjadi incaran Real Madrid untuk musim mendatang, setelah gagal di Piala Super dan Copa Del Rel. (screenshot the sun)

MADRID, UNHAS.TV - Dua kekalahan di pentas Piala Super Spanyol dari Barcelona dan terakhir kalah dari Albacete di Copa Del Rey, membuat Real Madrid menyusun langkah besar untuk keluar dari performa yang dianggap tak sejalan dengan status raksasa Eropa.

Presiden klub Florentino Perez disebut sedang merancang perombakan menyeluruh, dengan dua agenda utama yakni memboyong Erling Haaland dari Manchester City dan menunjuk pelatih baru untuk memimpin proyek olahraga musim depan.

Nama Haaland kembali mencuat sebagai target utama. Perez dikabarkan tetap menjaga komunikasi intens dengan agen sang striker, Rafaela Pimenta, dan berharap bisa membuka negosiasi serius pada bursa transfer musim panas.

Ketertarikan Madrid terhadap penyerang asal Norwegia itu sejatinya bukan cerita baru. Bahkan sebelum Haaland bergabung dengan City pada 2022, Madrid sempat mengajukan tawaran, namun sang pemain memilih bekerja di bawah asuhan Pep Guardiola.

Haaland disebut memiliki ketertarikan kuat terhadap Spanyol dan memandang Real Madrid sebagai puncak kariernya. Namun, rencana itu dihadang kendala besar.

Kontrak Haaland sendiri bersama City masih berlaku hingga 2034, dengan nilai klausul dan komitmen finansial yang sangat tinggi.

Untuk mewujudkan transfer tersebut, Madrid diperkirakan harus menyiapkan dana lebih dari 500 juta euro—sekitar 433 juta poundsterling—angka yang akan memecahkan rekor transfer dunia.

Konsekuensinya, Madrid hampir pasti harus melepas aset besar. Vinicius Junior, winger Brasil yang selama ini menjadi ikon proyek regenerasi Los Blancos, disebut-sebut sebagai pemain yang paling mungkin dikorbankan demi membuka ruang finansial.

Meski Perez berharap kesepakatan bisa dicapai secepatnya, banyak pihak di internal klub mempertanyakan kelayakan dan risiko ekonomi dari transfer sebesar itu.

Kondisi manajemen Real Madrid musim ini ikut mempercepat wacana perubahan. Di La Liga, mereka tertinggal empat poin dari Barcelona pada paruh musim.

Tekanan memuncak setelah kekalahan 2-3 dari rival abadi itu di final Piala Super Spanyol, yang berujung pada pemecatan Xabi Alonso. Alvaro Arbeloa kini ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim.


Enzo Maresca mantan pelatih Chelsea menjadi incaran Real Madrid. (the sun)


Untuk kursi pelatih permanen, Enzo Maresca masuk dalam daftar teratas. Mantan pelatih Chelsea itu dinilai sebagai opsi paling realistis untuk musim panas, terutama dengan rekam jejaknya yang dipandang sejalan dengan visi jangka menengah klub.

Nama Jurgen Klopp juga sempat dibahas, namun mantan manajer Liverpool tersebut masih terikat kontrak jangka panjang dalam jaringan Red Bull sebagai direktur olahraga global.

Sementara itu, Zinedine Zidane tetap menjadi figur favorit sebagian petinggi Madrid. Namun peluangnya kembali ke Santiago Bernabeu dinilai kecil.

Zidane disebut lebih condong menangani tim nasional Prancis usai Piala Dunia mendatang, ditambah relasinya dengan Perez yang masih menyisakan friksi dari periode sebelumnya.

Jika rencana tersebut terealisasi, El Real bukan hanya sekadar melakukan belanja pemain dan pergantian pelatih.

Klub ibu kota Spanyol itu sedang menyiapkan sebuah pertaruhan besar—antara mengembalikan dominasi atau membuka babak risiko terbesar dalam sejarah transfer sepak bola modern. (*)