BOSTON, UNHAS.TV - Kylian Mbappe lagi-lagi menjadi tokoh utama saat Prancis menyingkirkan Maroko pada perempat final Piala Dunia, Jumat (10/7/2026) pagi.
Penyerang Real Madrid itu sempat gagal mengeksekusi penalti, mencetak gol penting, memberi assist, lalu ditarik keluar karena kekhawatiran cedera.
Prancis akhirnya menang 2-0 atas Maroko di Gillette Stadium, sekitar 25 mil di selatan Boston, dan melaju ke semifinal.
Kemenangan ini membawa Prancis ke babak empat besar untuk menghadapi pemenang laga Spanyol melawan Belgia di Dallas. Hasil tersebut juga memperpanjang langkah Les Bleus sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia.
Namun jalan Prancis tidak sepenuhnya mulus. Mbappe, yang sepanjang turnamen menjadi tumpuan serangan, sempat menyia-nyiakan peluang emas dari titik penalti.
Ia dijatuhkan bek Manchester United, Noussair Mazraoui, di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, tetapi eksekusi baru dilakukan setelah penundaan panjang.
Pemeriksaan VAR berlangsung untuk memastikan dua kemungkinan pelanggaran. Dalam proses itu, bola juga sempat diletakkan ulang beberapa kali. Mbappe harus menunggu lebih dari tiga menit sebelum mengambil tendangan.
Saat akhirnya menendang, bola yang dilepaskannya terlalu lemah ke sebelah kiri gawang dengan mudah dibaca kiper Maroko, Yassine Bounou.
Bounou kembali menunjukkan reputasinya sebagai penjaga gawang tangguh dalam situasi penalti. Sebelum laga ini, ia telah menghadapi delapan penalti di Piala Dunia, termasuk dalam adu penalti, dan hanya dua kali kebobolan. Kali ini, ia kembali menjadi tembok bagi Maroko.
Kiper Sevilla itu sudah bekerja keras sejak menit awal. Dalam lima menit pertama, ia menepis tembakan keras Mbappe ke sisi kanan gawang.
Tak lama kemudian, Bounou juga menggagalkan sundulan jarak dekat Dayot Upamecano. Bek Bayern Muenchen itu semestinya bisa membawa Prancis unggul lebih cepat.
Prancis terus menekan. Desire Doue mencoba peruntungan lewat sepakan rendah, tetapi lagi-lagi Bounou bergerak cepat menutup ruang. Lucas Digne juga hampir mencetak gol ketika tendangan melengkungnya menyentuh bagian atas mistar gawang.
Di sisi lain, Maroko kesulitan keluar dari tekanan. Dukungan besar suporter yang memenuhi stadion dengan warna merah tidak cukup mengangkat permainan Singa Atlas. Mereka kehilangan ketajaman di lini depan, terutama karena absennya Ismael Saibari, penyerang Munich yang mengalami cedera.
Pada babak pertama, Maroko hampir tidak memberi ancaman berarti ke gawang Mike Maignan. Mereka lebih banyak bertahan dan mencoba memperlambat tempo.
Saat mendapat bola, serangan Maroko sering berhenti sebelum mencapai area berbahaya. Umpan-umpan pendek mereka tidak cukup tajam untuk membongkar pertahanan Prancis.
Gol Kedua Runtuhkan Maroko
>> Baca Selanjutnya
CETAK GOL - Kylian Mbappe kembali menjadi pusat perhatian saat Prancis mengalahkan Maroko 2-0, Jumat (10/7/2026). Meski gagal penalti, Mbappe tetap cetak gol. (Screenshot The Sun)







-300x200.webp)
