Padi lokal merupakan plasma nutfah yang potensial sebagai sumber gen pengendali sifat penting pada tanaman padi. Keragaman genetik yang tinggi pada padi lokal dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan padi. Mengurangi risiko kehilangan sumber daya genetik pada aroma lokal, Prof Masniawati menyebutkan perlunya dilakukan inventarisasi.
Alumnus SMA Negeri 1 Makassar angkatan 1989 ini menegaskan, pengembangan padi aromatik di Indonesia telah berorientasi pasar, awalnya hanya pada skala pemuliaan uji coba.
Potensi padi lokal aromatik penting sebagai bagian dari kekayaan budaya dan warisan agrikultur masyarakat, setiap varietas memiliki cerita dan sejarah lokal. Umumnya, padi aromatik dimasukkan ke dalam golongan padi khusus sesuai indikasi geografis karena karakteristik kualitas dan aromanya tergantung wilayah.
"Melalui berbagai penelitian yang kami lakukan, padi lokal organik Sulawesi Selatan menunjukkan keragaman morfologi, sifat fisikokimia, serta stabilitas genetik yang mencerminkan potensi adaptasi yang kuat. Dalam sistem biologis yang utuh, tanaman termasuk padi selalu berinteraksi dengan lingkungannya, terutama dengan mikroorganisme yang hidup disekitarnya," jelas Prof Masniawati
Prof drg Nurhayaty Natsir PhD SpKG-KR menyampaikan pidato tentang "KG-Paradigma Kedokteran Gigi Estetika dalam Perawatan Gigi Modern". Istri dari Prof dr Abdul Kadir PhD SpTHT-KL(K) MARS menyebutkan, perkembangan teknologi digital telah mentransformasi praktik kedokteran gigi estetik, terutama dalam perencanaan melalui fotografi klinis terstandar, analisis senyum berbasis perangkat lunak, dan simulasi hasil yang lebih akurat serta komunikatif.
Prof Nurhayaty menyebutkan, hal ini meningkatkan presisi diagnosis dan komunikasi antara dokter, teknisi dan pasien. Namun, ketergantungan berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi biologis dan fungsional dapat menimbulkan risiko jika tidak diimbangi evaluasi klinis komprehensif.
Tren estetika dapat melahirkan fenomena overtreatment, tindakan invasive pada gigi yang sebenarnya sehat, terutama pada pasien muda.
Dalam perspektif kesehatan, overtreatment bukan hanya etika individual, tetapi juga persoalan beban kesehatan jangka panjang. Contoh risiko seperti preparasi agresif untuk veneer/mahkota pada kasus diskolorasi yang sebenarnya dapat ditangani dengan bleaching.








