MAKASSAR, UNHAS.TV - Empat Guru Besar yang menjadi anggota baru Dewan Guru Besar Unhas menyampaikan pidato penerimaan di hadapan Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas di Ruang Senat Akademik, Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar, Senin (11/5/2026).
Prof Dr Samsu Arif MSi menguraikan pidato berjudul "Dari Filsafat Ruang ke Geo-AI: Evolusi Pemikiran Spasial dalam Pembangunan Berkelanjutan". Prof Samsu menjelaskan, pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari dimensi ruang.
Kebijakan tanpa basis spasial cenderung abai terhadap ekspresi geo-kultural dan distribusi yang berkeadilan. Maka, GIS adalah alat keadilan, dan model spasial adalah juru bicara kebenaran data.
GIS (Geographic Information System) adalah bahasa modern ruang. Di tangan ilmuwan, GIS tidak sekedar memvisualisasi, tetapi membangun narasi spasial yang kritis dan prognostic, menghadirkan kemungkinan alternatif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
"Saat ini kita telah masuk pada era spatial intelligence atau lebih popular dengan istilah Geo-AI dimana stan Openshaw sebagai pionir utama. GIS berpadu dengan machine learning, cloud computing, real time modelling dan WebGIS untuk demokratisasi visualisasi dan partisipasi publik," ujarnya.
"Tantangan etis Geo-AI membawa risiko bias algoritmik, privasi data spasial dan potensi marginalisasi komunitas lokal jika tidak dikelola dengan bijak. Oleh karena itu, setiap inovasi harus disertai dengan prinsip keadilan, transparansi dan partisipasi masyarakat," jelas Prof Samsu.
Prof Dr A Masniawati SSi MSi menyampaikan pidato berjudul "Bioteknologi Padi Lokal Sulawesi Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional: Dari Plasma Nutfah ke Biofactory".








