News
Pendidikan

Gandeng Kampus Maritim hingga Industri, Unhas Perluas Jejaring Strategis di KPPTI 2025

Wakil Rektor Unhas Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Prof Adi Maulana menjalin mitra strategis dengan kampus maritim dari Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, di sela acara Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 di Unesa Surabaya, Jumat, 21 November 2025. (dok hadin)

SURABAYA, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) memanfaatkan momentum Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 untuk memperluas jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi dan sektor industri nasional.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Unhas Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Prof. Adi Maulana, yang hadir sebagai representasi utama Unhas dalam ajang yang digelar di Surabaya, Jumat (21/11/2025).

Dalam forum yang dihadiri ratusan pimpinan perguruan tinggi ini, Prof. Adi Maulana menegaskan bahwa rekam jejak Unhas dalam kolaborasi riset skala internasional mendapatkan apresiasi luas.

Di antaranya program PAIR (Partnership for Australia-Indonesia Research) serta kemitraan riset dengan Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) BRIN, yang selama ini menjadi rujukan nasional dalam penguatan riset maritim.

“Sejumlah peserta konferensi melihat Unhas sebagai mitra strategis yang telah terbukti mampu menginisiasi kolaborasi berskala global,” ujar Prof. Adi.

Salah satu ketertarikan datang dari Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, perguruan tinggi berbasis kemaritiman yang didirikan oleh TNI Angkatan Laut.

Wakil Rektor III UHT, Dr Toto Dwijaya Saputra ST MSi (Han), menyampaikan dorongan kuat untuk bersinergi dengan Unhas.

“Kami sangat berharap ada sinergi dengan Unhas, mengingat kami sangat mencari mitra yang memiliki kompetensi di bidang kemaritiman dan kelautan,” ujarnya saat berkunjung ke booth Unhas di Graha Unesa pada 20 November 2025.

Toto menilai Unhas sebagai PTN terbesar di Kawasan Timur Indonesia memiliki reputasi riset kelautan yang kokoh dan relevan bagi pengembangan bidang maritim UHT.

Selain UHT, kemitraan juga dijajaki bersama Universitas Sunan Gresik (USG), kampus yang baru diresmikan pada Mei 2025.

Rektor USG, Dr Abdul Muhith SKep Ns MTrKep, mengundang Unhas berkolaborasi pada bidang Tridharma Perguruan Tinggi.

USG memiliki keunggulan pada Program Studi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Pesawat Udara, yang didukung oleh tokoh industri penerbangan, Rusdi Kirana, sebagai Dewan Penyantun.

Kerja sama ini diproyeksikan akan membuka ruang integrasi antara riset, pendidikan vokasi, dan industri dirgantara.

Ketertarikan dari Pelaku Industri Nasional

Tak hanya dari sektor akademik, booth Unhas juga menarik perhatian industri bioteknologi dan laboratorium nasional.

Dua perusahaan, PT Ethana Biotechnologies Indonesia dan PT Mulia Sejahtera Scientific, menyatakan ketertarikan untuk menjajaki kolaborasi lebih jauh.

Keduanya bahkan merencanakan kunjungan ke Makassar dalam waktu dekat untuk membahas peluang riset dan pengembangan teknologi berbasis kampus.

Prof. Adi Maulana menegaskan, posisi Unhas sangat strategis bagi mitra potensial. Terutama karena Unhas memiliki beragam produk dari hasil riset.

“Bermitra dengan kami memiliki banyak benefit, seperti jejaring alumni yang kuat serta dukungan pemerintah. Beberapa alumni Unhas juga memegang posisi strategis di pemerintahan Kawasan Timur Indonesia,” katanya.

Upaya memperluas kemitraan di KPPTI 2025 ini meneguhkan posisi Unhas sebagai universitas berdaya saing global.

Dengan memperkuat koneksi lintas kampus dan industri, Unhas berharap kontribusinya terhadap pengembangan riset, inovasi, dan pembangunan nasional semakin nyata. (*)