SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi pencegahan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA bagi siswa UPT SMP Negeri 2 Tellu Limpoe, Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (20/7/2026).
Program bertajuk Generasi Bersih Bebas ISPA itu dilaksanakan oleh Aulia Anbyah Tuanaya, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Hasanuddin.
Kegiatan tersebut menekankan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai langkah pencegahan penyakit pernapasan di kalangan anak usia sekolah.
Program ini disusun setelah mahasiswa KKN mencermati tingginya kunjungan pasien dengan keluhan ISPA di Puskesmas Pembantu setempat.
Kondisi jalan di wilayah Massepe yang berdebu diduga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan masyarakat.
.webp)
PENCEGAHAN ISPA - Mahasiswa KKN PK Unhas mengedukasi siswa UPT SMP Negeri 2 Tellu Limpoe tentang pencegahan ISPA melalui PHBS secara interaktif di Massepe, Sidrap, Senin (20/7/2026). (Dok KKN PK Unhas)
Debu yang beterbangan setiap hari dinilai rentan terhirup oleh anak-anak, terutama mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Karena itu, edukasi diarahkan agar siswa mampu mengenali faktor risiko sekaligus melakukan tindakan pencegahan sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapat penjelasan mengenai cara mencuci tangan menggunakan sabun dengan benar, memakai masker ketika berada di lingkungan berdebu, serta menjaga kebersihan ruang kelas, rumah, dan halaman sekitar.
Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya membuka ventilasi udara secara rutin. Sirkulasi udara yang baik diperlukan untuk mengurangi penumpukan debu dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Selain menyampaikan materi, kegiatan dikemas secara interaktif agar siswa dapat memahami hubungan antara kebersihan diri, kondisi lingkungan, dan kesehatan saluran pernapasan.
Mereka juga didorong untuk melakukan pembiasaan perilaku sehat tersebut di sekolah maupun setelah kembali ke rumah.
Pihak UPT SMP Negeri 2 Tellu Limpoe menyambut baik pelaksanaan program. Salah seorang guru, Sandy, mengatakan edukasi kesehatan diperlukan agar siswa memiliki kesadaran lebih baik terhadap risiko penyakit. “Program kerja ini bagus agar anak-anak lebih *aware* terkait penyakit,” kata Sandy.
Aulia berharap kegiatan itu tidak berhenti sebagai agenda sementara selama pelaksanaan KKN. Menurut dia, perubahan kebiasaan sederhana, seperti menggunakan masker di jalan berdebu dan menjaga kebersihan lingkungan, dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko ISPA.
Program tersebut juga diharapkan memperkuat peran sekolah dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Dengan keterlibatan guru dan siswa, praktik pencegahan ISPA dapat diterapkan secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKN telah berakhir. (*)
PENCEGAHAN ISPA - Mahasiswa KKN PK Unhas mengedukasi siswa UPT SMP Negeri 2 Tellu Limpoe tentang pencegahan ISPA melalui PHBS secara interaktif di Massepe, Sidrap, Senin (20/7/2026). (Dok KKN PK Unhas)



_1-300x174.webp)


-300x225.webp)

