MAKASSAR, UNHAS.TV — Pada Rabu, 1 April 2026, di Ruang Senat Lantai 2 Dekanat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, suasana akademik yang sarat gengsi dan intelektualitas mengantar lahirnya sosok mahasiswa unggul yang memancarkan daya saing global.
Sorotan utama ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) FIB 2026 jatuh kepada Akhdan Nur Syauqi, mahasiswa Program Studi Sastra Arab angkatan 2024 yang tampil sebagai Juara 1 dengan performa yang nyaris tanpa cela di setiap tahapan seleksi.
Kemenangan ini bukan sekadar angka dalam daftar prestasi, melainkan refleksi dari perjalanan panjang pembentukan karakter, kecakapan akademik, dan pengasahan kemampuan berpikir kritis yang ditempa secara konsisten di Departemen Sastra Asia Barat, FIB Unhas.
Akhdan dikenal sebagai mahasiswa dengan spektrum kompetensi yang luas, mulai dari penguasaan bahasa Arab dan Inggris yang fasih, kemampuan retorika akademik yang kuat, hingga ketajaman analisis dalam merespons isu-isu global dan lokal secara simultan.
Tak hanya itu, rekam jejak prestasinya juga dihiasi oleh partisipasi aktif dalam berbagai forum ilmiah, diskusi kebudayaan, serta kompetisi akademik yang membentuknya sebagai figur muda dengan daya saing tinggi di tingkat nasional.
Dalam ajang Pilmapres ini, ia mengusung gagasan brilian bertajuk “Sappo Lipu: Integrasi Indigenous Knowledge Masyarakat Adat Sulawesi Selatan dalam Mitigasi Bencana Berbasis Culture-Based Resilience” yang memadukan kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah modern.
Gagasan tersebut dinilai sebagai terobosan intelektual yang tidak hanya kontekstual, tetapi juga strategis dalam menjawab tantangan krisis budaya dan kerentanan bencana yang semakin kompleks di Indonesia.

Akhdan Nur Syauqi, mahasiswa Sastra Arab angkatan 2024, mengukir prestasi gemilang sebagai Juara 1 Pilmapres FIB 2026 di Universitas Hasanuddin, membawa gagasan “Sappo Lipu” sebagai simbol kebangkitan kearifan lokal menuju panggung global. (Dok.Pribadi).
Dengan pendekatan yang memadukan nilai tradisional Bugis-Makassar dan kerangka mitigasi kontemporer, Akhdan berhasil menghadirkan model pemikiran yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki potensi kontribusi global dalam wacana keberlanjutan dan ketahanan budaya.
Keunggulan Akhdan semakin tampak dalam tahapan seleksi yang menuntut ketahanan mental dan kecerdasan multidimensional, mulai dari seleksi berkas, Focus Group Discussion, hingga wawancara dalam bahasa Inggris dan asesmen psikologi di tingkat universitas.
Dalam setiap tahap tersebut, ia menunjukkan konsistensi performa yang mencerminkan kematangan intelektual sekaligus kedewasaan emosional sebagai seorang calon pemimpin masa depan.
Dalam pernyataannya, Akhdan menuturkan dengan rendah hati bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi antara usaha pribadi dan dukungan kolektif dari lingkungan akademik serta keluarga.
“Saya tidak berekspektasi berlebihan, karena saya percaya semua sudah menjadi bagian dari rencana Tuhan, dan saya yakin saya hanya menjalankannya,” ujarnya dengan penuh ketenangan.
Ia juga menegaskan bahwa kemenangan ini adalah titik awal untuk kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat, seraya mengingatkan bahwa nilai tertinggi dari ilmu adalah kemanfaatannya bagi sesama.
Di balik pencapaian ini, Departemen Sastra Asia Barat FIB Unhas memainkan peran strategis dalam membentuk ekosistem akademik yang kondusif, yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga penguatan karakter, daya kritis, dan orientasi global.
Lingkungan akademik yang progresif ini menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa seperti Akhdan untuk mengembangkan potensi diri secara holistik, sekaligus membangun jejaring intelektual yang memperluas cakrawala pemikiran.
Sementara itu, posisi Juara 2 diraih oleh Zulfiqri Saputra Samsul dari Program Studi Sastra Inggris angkatan 2023, disusul Radina Sinja Putri dari Program Studi Pariwisata angkatan 2024 sebagai Juara 3, yang juga menunjukkan performa kompetitif dan inspiratif.
.webp)
Para juara Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) FIB 2026 di Universitas Hasanuddin berpose bersama usai penganugerahan, menandai lahirnya generasi unggul yang siap mengukir prestasi di tingkat nasional hingga global.)Dok.Pribadi).
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., yang menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata kualitas pembinaan akademik di lingkungan FIB Unhas.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kreativitas, dan daya saing global yang kuat,” ungkapnya.
Ia juga memberikan dorongan moral kepada seluruh mahasiswa agar terus mengembangkan potensi diri dan tidak ragu untuk berkompetisi di berbagai level.
“Kami berharap para pemenang Pilmapres ini dapat menjadi inspirasi sekaligus motor penggerak bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” tambahnya.
Ajang Pilmapres FIB 2026 pun kembali menjadi panggung pembuktian bahwa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga membentuk pemikir, pemimpin, dan agen perubahan yang siap mengukir jejak di kancah dunia.(*)
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., berfoto bersama para finalis dan pemenang Pilmapres FIB 2026, menegaskan komitmen FIB Unhas dalam melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.





-300x173.webp)


