MUNICH, UNHAS.TV - Paris Saint-Germain kembali menunjukkan wajah sebagai juara bertahan. Klub Prancis itu melangkah ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Bayern Munich dalam laga semifinal kedua dengan skor 1-1 yang berlangsung ketat di Munich, Kamis (7/5/2026) dini hari.
Tidak ada drama sembilan gol seperti pertemuan sebelumnya. Kali ini, PSG bermain lebih dingin, lebih tertib, dan cukup efektif untuk mematikan ambisi tuan rumah.
Ousmane Dembele menjadi pembuka jalan PSG. Penyerang Prancis itu mencetak gol cepat pada menit ketiga, tepatnya setelah laga baru berjalan 139 detik. Gol itu membuat Bayern harus mengejar sejak awal, sementara PSG memperoleh kendali psikologis atas pertandingan.
Bayern baru mampu membalas lewat Harry Kane pada masa tambahan waktu. Namun gol penyerang Inggris itu datang terlalu terlambat.
Kane kembali harus menunda impiannya mengangkat trofi paling bergengsi antarklub Eropa. Bayern pun tersingkir, sementara PSG memastikan tempat di final untuk menghadapi Arsenal di Budapest.
Hasil ini menjadi kelanjutan dari reputasi PSG sebagai mimpi buruk klub-klub Inggris dalam dua musim terakhir. Di bawah Luis Enrique, PSG telah menaklukkan Manchester City, Liverpool, Aston Villa, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Chelsea. Kini Arsenal kembali berdiri di jalur mereka, kali ini menghadapi Arsenal dalam laga final.

Statistik Laga Bayern Munchen vs PSG. (The Sun)
Bayern memasuki pertandingan dengan harapan besar. Dukungan penuh publik Allianz Arena dan modal permainan menyerang pada leg pertama memberi keyakinan bahwa mereka mampu membalik keadaan. Namun rencana itu berantakan lebih cepat dari perkiraan.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, hanya melakukan sedikit penyesuaian dalam susunan pemain. Ia menukar posisi bek sayapnya. Keputusan itu langsung menjadi masalah.
Khvicha Kvaratskhelia menusuk dari sisi kiri dan mengangkat kepala untuk melihat pergerakan Dembele yang berdiri bebas. Umpan itu disambar dengan tembakan keras ke atap gawang Manuel Neuer.
Gol cepat tersebut tidak membuat Bayern menyerah. Michael Olise langsung menjadi sumber ancaman dari sisi kanan. Ia beberapa kali memaksa Nuno Mendes bekerja keras. Bek kiri PSG itu bahkan menerima kartu kuning pada menit kedelapan setelah menghentikan laju Olise.
Duel Olise dan Mendes menjadi salah satu gambaran kerasnya pertandingan. Setelah menerima kartu, Mendes justru melakukan blok penting untuk menggagalkan peluang emas Olise dari jarak dekat.
Tak lama kemudian, Kvaratskhelia membalas dengan aksi individu, melewati Dayot Upamecano, berlari jauh, dan memaksa Neuer melakukan penyelamatan.
Bayern sebenarnya cukup berbahaya untuk mengejar ketertinggalan. Namun permainan mereka kerap dibayangi emosi. Para pemain tuan rumah dua kali mengerubungi wasit Joao Pedro Pinheiro.
Putusan Wasit yang Merugikan
>> Baca Selanjutnya
LAGA FINAL - Striker Ousmane Dembele membawa PSG ke final Liga Champions kedua kalinya. PSG akan menghadapi Arsenal di Final Liga Champions di Arena Puskas Stadium, Budafest, 31 Mei 2025. (The Sun/AP)







