Sport

Gol Indah Martin Odegaard Selamatkan Arsenal dari Laga Buruk di Naples



Pelatih Arsenal Mikel Arteta mendapatkan tiga poin di Italia dalma laga Liga Champions, Kamis (10/9/2026) dini hari. (Screenshot The Sun)


Sepanjang babak pertama, Arsenal tampil lebih dominan meski Napoli sesekali mengancam lewat serangan balik. Bek tengah Ezri Konsa tampil disiplin menjaga pertahanan sehingga ancaman Napoli dapat diredam.

Di sisi lain, Bukayo Saka dan Eberechi Eze aktif menusuk dari kedua sayap, meski beberapa upaya mereka masih mampu diblok pemain bertahan Napoli dalam sepuluh menit awal laga.

Kiper Napoli, Alex Meret, juga tampil sigap menggagalkan sundulan Mikel Merino yang berasal dari umpan silang Saka yang sebelumnya disundul oleh Eze.

Kombinasi permainan kedua pemain di sisi kiri pertahanan Arsenal berjalan cukup baik, meski umpan-umpan terakhir yang dilepaskan masih kurang tajam.

Di sisi kanan, bek sayap Ben White turut aktif membangun serangan lewat pergerakan overlap, meski usahanya belum membuahkan gol.

Penampilan tersebut mencerminkan pola umum penyelesaian akhir Arsenal sepanjang babak pertama, yang sebagian besar tembakannya melenceng atau kurang bertenaga.

Gelandang Declan Rice bahkan sempat melepaskan tembakan yang melambung jauh ke arah lintasan lari yang mengelilingi stadion, membuat Arteta tampak frustrasi di pinggir lapangan meski timnya telah melepaskan 13 tembakan sepanjang babak pertama.

Peluang terbaik datang dari Saka, yang gagal memanfaatkan posisi di dalam kotak penalti dengan tembakan yang melambung jauh di atas mistar.

Wasit sempat mengangkat bendera offside dalam kejadian tersebut, meski tinjauan video kemungkinan dapat menguntungkan pihak Arsenal apabila peluang tersebut berbuah gol.

Napoli terpaksa melakukan pergantian pada jeda babak pertama setelah Meret ditarik keluar dan digantikan kiper cadangan, Vanja Milinkovic-Savic. Namun pergantian penjaga gawang tersebut tidak banyak mengubah nasib Arsenal di babak kedua.

Pola permainan yang serupa kembali terulang pada awal babak kedua, kali ini giliran Hincapie yang gagal memanfaatkan peluang emas.

Sundulan Ben White sempat membuka ruang kosong di depan gawang, namun Hincapie justru menyundul bola melambung di atas mistar dari jarak dekat.

Arteta kemudian merotasi pemain dengan memasukkan Bruno Guimaraes dan Christos Tzolis pada 25 menit terakhir pertandingan.

Namun Tzolis pun bernasib sama dengan rekan-rekannya, gagal memanfaatkan peluang dengan tembakan yang melambung tinggi.

Situasi baru berubah menjelang akhir laga. Odegaard, yang mengenakan ban kapten, tampil sebagai penentu kemenangan lewat tembakan terarah yang membentur tiang gawang sebelum bersarang di pojok bawah gawang Napoli.

Kemenangan tipis ini menjadi modal penting bagi Arsenal yang akan menjalani empat laga tandang beruntun sebelum jeda internasional bulan ini.

Setelah kalah di final Liga Champions musim lalu, Arsenal disebut memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk kembali bersaing hingga babak akhir kompetisi musim ini, sebagaimana ditunjukkan Arteta lewat sejumlah rotasi pemain dalam laga pembuka ini. (*)