
KALAH. Pelatih Marco Silva tak pernah menang atas Pep Guardiola dan Fulham kalah 20 kali beruntun dari City. (foto: PA/the sun)
Tak ketinggalan, Fulham memiliki peluang menyamakan kedudukan melalui serangan balik yang dimotori Harry Wilson.
Tendangan rendah pemain Wales itu memanfaatkan pantulan bola, namun berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper City, Gianluigi Donnarumma.
Penyelamatan itu terbukti krusial karena City langsung menggandakan keunggulan sesaat kemudian.
Haaland dilanggar di area tengah lapangan, namun wasit Paul Tierney memilih memainkan keuntungan.
Semenyo dengan cermat mengalirkan bola ke Nico O’Reilly yang bergerak bebas. O’Reilly menyelesaikan peluang dengan chip halus melewati Leno untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Sembilan menit berselang, City memastikan kemenangan. Rayan Ait Nouri menusuk dari sisi kiri dan memberikan umpan kepada Foden.
Bola kemudian diteruskan ke Haaland, yang dengan ketenangan khasnya menciptakan ruang sebelum melepaskan tembakan rendah yang tak mampu dibendung Leno.
Guardiola sebelumnya mengakui telah meminta Haaland untuk tidak membebani dirinya dengan tekanan berlebih. Gol tersebut diyakini akan mengangkat kepercayaan diri sang penyerang.
Meski masih jauh dari rekor Sergio Aguero dengan 260 gol, Haaland kini mulai mendekati catatan Tommy Johnson (166) dan Eric Brook (177), yang menempatkannya berpeluang segera naik ke posisi kedua daftar pencetak gol sepanjang masa City.
Fulham sempat memiliki dua peluang melalui Raul Jimenez dan Emile Smith Rowe menjelang jeda, namun keduanya gagal dimanfaatkan.
Haaland kemudian ditarik keluar pada awal babak kedua dan digantikan Omar Marmoush, tanda bahwa Guardiola menilai tugas utama telah tuntas.
Berbeda dengan pertemuan di Craven Cottage pada Desember lalu—saat City hampir membuang keunggulan besar—kali ini mereka tampil stabil hingga akhir laga. Tidak ada drama penurunan tempo yang biasanya menghantui City di babak kedua.
Guardiola sebelumnya mengatakan ingin Arsenal merasakan napas City di belakang mereka. Dengan enam poin yang terpangkas hanya dalam empat hari, pesan itu kini terasa nyata.
City kembali mengancam, dan Erling Haaland, yang telah kembali ke performa terbaiknya, menjadi ancaman utama dalam perebutan gelar Liga Inggris musim ini. (*)








