Sport

Haaland Selamatkan Manchester City, Donnarumma Gagal Menjaga Keunggulan



TIGA POIN - Erling Haaland mengunci kemenangan bagi Man City di fase akhir laga Liga Champions tersebut. (Screenshot The Sun)


Leipzig tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Donnarumma sempat menunjukkan kualitasnya melalui penyelamatan gemilang ketika menggagalkan peluang Baumgartner. Namun, penampilan tersebut tidak bertahan konsisten.

Pada awal babak kedua, Donnarumma melakukan kesalahan yang membuat City kehilangan keunggulan.

Brajan Gruda melihat pergerakan Ridle Baku di sisi kanan dan mengirimkan umpan terobosan. Baku kemudian memanfaatkan celah di tiang dekat dengan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Donnarumma.

Gol tersebut menjadi pukulan bagi City. Sebagai salah satu pemain senior dalam kelompok kapten tim, Donnarumma tentu diharapkan mampu menjaga konsentrasi dan stabilitas pertahanan. Kesalahan itu kembali menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensinya di bawah mistar gawang.

City kemudian meningkatkan tekanan untuk kembali memimpin. Upaya mereka membuahkan hasil melalui Enzo Fernandez.

Pemain asal Argentina itu menyambut umpan silang Iliman Ndiaye di tiang jauh dengan sundulan keras yang tidak mampu dihentikan kiper Leipzig, Maarten Vandevoordt.

Gol tersebut menjadi momen penting bagi Fernandez yang dalam beberapa pertandingan terakhir belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Statusnya sebagai salah satu pemain dengan nilai transfer tertinggi membuat performanya terus mendapat perhatian.

Namun, keunggulan City hanya bertahan tiga menit. Christopher Nkunku, yang pernah bekerja bersama Maresca di Chelsea, memberikan kontribusi penting bagi Leipzig.

Ia mengirimkan umpan kepada Nusa yang berhasil mengontrol bola sebelum melepaskan penyelesaian akurat ke gawang City.

Gol itu membuat pertandingan kembali terbuka. Leipzig semakin percaya diri dalam membangun serangan, sedangkan City berusaha menemukan celah melalui kombinasi permainan lini tengah dan kecepatan para penyerangnya.

Haaland yang sebelumnya tidak terlalu menonjol akhirnya menunjukkan ketajamannya. Penyerang berusia 26 tahun itu memanfaatkan umpan silang Anderson untuk mencetak gol penentu.

Gol tersebut menjadi gol ke-13 Haaland dalam delapan pertandingan menghadapi Leipzig. Jumlah golnya sepanjang musim ini juga telah mencapai 14.

Maresca sebelumnya menginginkan lebih banyak pemain City berkontribusi dalam mencetak gol. Namun, ketajaman Haaland kembali menjadi pembeda ketika tim membutuhkan penyelesaian akhir.

Pertandingan masih menyisakan sejumlah peluang setelah gol tersebut. Raum hampir menyamakan kedudukan, tetapi tembakannya membentur mistar gawang ketika Donnarumma sudah tidak mampu menjangkaunya. Cherki juga melepaskan tembakan keras yang mengenai tiang gawang Leipzig.

Vandevoordt kemudian menggagalkan peluang Haaland lainnya melalui penyelamatan yang membuat bola bergulir menjauhi gawang. Hingga pertandingan berakhir, City berhasil mempertahankan keunggulannya.

Maresca dan pelatih Leipzig Martin Demichelis menutup pertandingan dengan saling berpelukan. Keduanya memiliki hubungan dekat sejak pernah bermain bersama di Malaga.

Pertandingan tersebut kembali memperlihatkan persaingan menarik antara dua tim yang sama-sama memiliki kemampuan menyerang.

Bagi Manchester City, kemenangan ini menjadi hasil penting setelah kekalahan dari Brighton. Haaland kembali membuktikan perannya sebagai pencetak gol utama, sementara Donnarumma memperoleh pelajaran dari kesalahan yang hampir menggagalkan kemenangan timnya. (*)