MAKASSAR, UNHAS.TV - Tantangan kebencanaan dan persoalan lingkungan yang semakin kompleks membutuhkan penguatan kerja sama lintas negara melalui riset dan pertukaran pengetahuan.
Melalui kolaborasi akademik internasional, perguruan tinggi berperan dalam mempertemukan berbagai perspektif untuk memahami karakteristik masalah di setiap wilayah serta mengembangkan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari program “Study and Research Collaboration: Collaborate for the Future” antara Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Fukuoka Institute of Technology (FIT), Jepang, yang berlangsung di Makassar pada 14–20 September 2026.
Program ini menghadirkan mahasiswa dan akademisi dari kedua institusi untuk melakukan pertukaran pengalaman, pembelajaran lapangan, serta pengembangan penelitian bersama, khususnya dalam bidang lingkungan dan manajemen kebencanaan.
Ketua Prodi S2 Manajemen Bencana Unhas, Dr Eng Mukhsan H Putra Hatta ST MT menjelaskan bahwa program tersebut berawal dari kerja sama penelitian yang kemudian berkembang menjadi bentuk kolaborasi akademik antara Unhas dan Fukuoka Institute of Technology.
Menurutnya, semangat utama program ini adalah membangun hubungan akademik berkelanjutan melalui penelitian bersama serta pertukaran pengalaman antara mahasiswa Indonesia dan Jepang.
“Program pertama kita itu mulai dari penelitian. Dari penelitian berkembang, akhirnya dari Jepang mengatakan banyak bersedia untuk ikut di program ini. Kita antara Fukuoka Institute of Technology dengan Unhas membuat suatu motto atau misi Collaborate for the Future,” ujar Mukhsan.
Ia menjelaskan, melalui program tersebut mahasiswa Jepang mendapatkan kesempatan untuk memahami kondisi dan persoalan yang ada di Indonesia, sementara mahasiswa Unhas juga dapat memperoleh pengalaman akademik melalui kerja sama penelitian dengan institusi Jepang.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 12 mahasiswa dari Fukuoka Institute of Technology mengikuti program tersebut di Universitas Hasanuddin. Para mahasiswa tersebut memiliki ketertarikan terhadap berbagai isu penelitian, termasuk persoalan banjir, lingkungan, dan kebencanaan di Indonesia.
“Mahasiswa Jepang belajar kondisinya kita, dan nanti mahasiswa kita akan ke sana juga untuk saling melakukan kolaborasi penelitian. Dari 12 mahasiswa yang datang ini, ada yang tertarik dengan penelitian banjir atau permasalahan di Indonesia. Itu yang mereka jadikan tugas akhir atau tesis mereka,” jelasnya.
Menurut Mukhsan, kerja sama tersebut juga telah berkembang dalam aspek pembimbingan akademik. Mahasiswa program doktor di Unhas mulai melibatkan akademisi dari Jepang sebagai pembimbing eksternal dalam proses penelitian.
Program ini mulai berjalan setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Hasanuddin dan Fukuoka Institute of Technology pada Maret 2026.
Setelah tahap awal yang melibatkan enam mahasiswa, jumlah peserta meningkat menjadi 12 mahasiswa karena tingginya minat terhadap program tersebut.
“Kemarin itu ada enam orang datang, ternyata bagus responsnya. Disediakan dana murni dari universitasnya, gratis bagi mereka datang ke sini 12 orang dari berbagai unsur. Jadi yang tertarik ternyata banyak yang tertarik,” ungkap Mukhsan.
Selain pengembangan penelitian bersama, program ini juga diarahkan untuk memperluas bentuk kerja sama akademik. Salah satu target yang sedang dikembangkan adalah peluang pembentukan program double degree antara Unhas dan Fukuoka Institute of Technology.
“Harapannya saya tetap berjalan dan ini awal. Nanti sesuai arahan Pak Rektor, Wakil Rektor I, dan Pak Dekan bahwa akan datang kalau bisa kami sampai tahap double degree. Mahasiswa Jepang belajar ke sini, mahasiswa kita belajar ke sana, menyatukan dan membuat satu kurikulum internasional,” jelasnya.
Pahami Persoalan Lingkungan dan Sosial
>> Baca Selanjutnya
Mahasiswa Fukuoka Institute of Technology Nagisa Hiroike (kiri) dan Taishi Kamihara akan melakukan penelitian kolaborasi dengan Unhas di Kota Makassar. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)








