
Ketua Prodi S2 Manajemen Bencana Unhas, Dr Eng Mukhsan H Putra Hatta ST MT. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)
Sementara itu, mahasiswa Fukuoka Institute of Technology, Nagisa Hiroike, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program ini didorong oleh keinginan untuk memahami persoalan lingkungan dan sosial dari perspektif yang berbeda.
Menurutnya, pengalaman belajar bersama mahasiswa Universitas Hasanuddin memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana masyarakat Indonesia memahami persoalan sungai dan bencana yang memiliki karakteristik berbeda dengan Jepang.
“Alasan utama saya mengikuti program ini adalah karena saya ingin mempelajari masalah lingkungan dan isu sosial dari sudut pandang yang berbeda. Saya ingin mengetahui bagaimana masyarakat Indonesia memikirkan masalah sungai dan bencana, serta mendapatkan berbagai perspektif dan pembelajaran dari mahasiswa Universitas Hasanuddin,” ujar Nagisa.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti program di Indonesia dapat menjadi bekal untuk memperluas pemahamannya mengenai isu keberlanjutan.
“Saya ingin mendapatkan perspektif baru melalui dialog dan pengalaman lapangan. Apa yang saya pelajari di Indonesia ingin saya bawa kembali ke Jepang, baik untuk pembelajaran saya maupun untuk masyarakat, sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Mahasiswa Fukuoka Institute of Technology lainnya, Taishi Kamihara, mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini berkaitan dengan bidang hidrologi dan pengelolaan risiko banjir.
Menurutnya, Indonesia menjadi ruang pembelajaran yang menarik karena memiliki tantangan kebencanaan yang berbeda dengan Jepang, khususnya dalam memahami persoalan banjir dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung upaya mitigasi.
“Hal yang ingin saya pelajari setelah datang ke Indonesia adalah karena sebelumnya saya mengetahui bahwa Indonesia sering menghadapi masalah banjir. Saya ingin mempelajari bagaimana persoalan tersebut dapat diprediksi, termasuk melalui pemanfaatan AI yang diajarkan oleh Prof. Akira, sehingga kita dapat bersama-sama mencari solusi,” ujar Taishi.
Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi ruang pertukaran ilmu dan pengalaman antara mahasiswa Jepang dan Indonesia.
“Saya ingin berkomunikasi dengan mahasiswa Indonesia, membagikan apa yang telah kami pelajari, dan juga belajar dari mereka. Dengan begitu, kami dapat memperdalam pertukaran ilmu dan budaya antara kedua negara,” tambahnya.
Melalui program “Collaborate for the Future”, Universitas Hasanuddin dan Fukuoka Institute of Technology memperluas kerja sama akademik melalui mobilitas mahasiswa, pengembangan penelitian bersama, serta pertukaran pengalaman dalam bidang lingkungan dan kebencanaan.
Ke depan, kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat hubungan akademik kedua institusi melalui berbagai program lanjutan, termasuk pengembangan kurikulum internasional dan peluang pendidikan bersama seperti double degree.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)

-300x169.webp)






