UNHAS.TV - SIANG yang sangat yang terik di Parangloe dan sinar matahari di hari itu seolah tak beranjak menjauh dari atap gudang itu. Makassar memang sedang panas-panasnya. Bahkan jauh sebelum musim kemarau dimulai pertengahan bulan lalu.
Empat kipas angin terus menderu dan sembilan orang yang berada di dalam gudang itu sesekali mencuri waktu hanya untuk mendapatkan hembusan angin sejuk dari alat itu. Ini hari Minggu, sebenarnya hari yang tepat untuk istirahat, berleha, atau sekadar melepas penat yang terkumpul enam hari sebelumnya.
"Tidak ada hari libur di gudang ini. Tugas adalah tugas," pria berbaju biru muda itu tiba-tiba berkomentar. Ia seolah menegaskan makna "JNE Bergerak Bersama" seperti yang tertulis di bagian dada baju kaosnya.
Pria itu memperkenalkan diri sebagai Herman, berusia 42 tahun, dan ayah dari tiga anak. Anak tertua sudah kelas tiga SMP, anak kedua kelas 3 SD, dan yang bungsu masih harus menunggu setahun lagi masuk kelompok taman bermain (playground).
Herman adalah koordinator di JNE Trucking (JTR) Gudang Pengantaran Barang yang berada di Kompleks Pergudangan Parangloe Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Sebagai koordinator, ia mengepalai sejumlah courier leader sembari terus mengawasi dan memastikan setiap paket barang terdata dan diantar secara tepat ke pelanggan. Bahkan saat ia dapat jatah libur setiap Sabtu pun ia terus memantau. "Hape saya tidak pernah mati. Baterainya harus selalu penuh. Kami di JNE selalu dituntut untuk menjalankan tugas penuh tanggung jawab," katanya.
Saat ia ditemui kala itu, ada enam mobil mini van sedang memuat barang, jenisnya beragam: beberapa komponen mesin, produk kosmetik, buah-buahan, dan lainnya. Setelah Herman menandatangani beberapa lembar berkas, mobil itu pun bergegas pergi dan jejak ban di aspal kering itu pun mengingatkan Herman pada masa 14 tahun silam.
Herman berkisah, sebelum bekerja di JNE, ia pernah menjadi tenaga tagih di satu lembaga pembiayaan. "Istilah kerennya collector, padahal tugasnya menagih".
Hingga suatu ketika ia tertarik dengan lowongan pekerjaan sebagai kurir di JNE. Gajinya sedikit lebih besar dari gaji kantor sebelumnya tapi cukup untuk membayar tagihan rumah kontrakannnya dan kebutuhan harian.
Walau tidak punya pengalaman sebagai kurir, ia akhirnya diterima karena sangat hapal wilayah Makassar. Saat itu, kantor JNE berada di bekas gudang GORO, Jl Yusuf Daeng Ngawing, sebelum kemudian pindah ke Parangloe ketika kapastitas gudang sudah tidak sanggup menampung semua barang.
Tugas pertama Herman mengantar barang pemesan untuk wilayah lima kecamatan: Antang, Manggala, Rappocini, Panakkukang, dan Tallo. Pakai motor peninggalan ketika masih jadi collector.
Hal yang tak pernah ia duga sebelumnya, jadi kurir rupanya tidak mudah. Beberapa kali ia dapat umpatan marah dari pelanggan, utamanya ketika paket barang telat diantar. Telinganya langsung panas tapi ia berusaha menahan diri. Ia ingat prinsip kerja di JNE: salam, sapa, dan senyum.
Seberapa besar marah pelanggan, baginya, pelanggan adalah pelanggan. Mereka tidak tahu bahwa kurir hanya mengantar paket. Pelanggan tidak mau tahu bahwa keterlambatan kadangkala karena ada gangguan cuaca, penerbangan dan pengapalan terganggu.
"Bagi kami, setiap paket bukan sekadar barang. Di dalam paket itu ada harapan orang lain. Ada dokumen penting, hadiah untuk keluarga, atau kebutuhan sehari-hari. Saya tidak mau mengecewakan. Makanya, kami jelaskan dengan tutur kata yang halus dan sikap yang tulus. Harus banyak sabar-sabarnya," kata Herman.

JNE - Herman, Koordinator JNE Trucking Gudang Pengantaran Barang Kota Makassar. Foto: Unhas TV
Pola sikap ini pula yang membuat kinerjanya menarik perhatian manajemen. Tahun 2016, Herman naik jabatan sebagai Courier Leader. Tugasnya mengepalai sejumlah kurir.
Pada tugas baru itu, ia harus memastikan budaya kerja JNE tetap dijalankan oleh kurir dengan tepat, termasuk paket terkirim tepat sasaran dan tepat waktu sesuai wilayah tugas tiap kurir. Jika ada kurir yang berhalangan karena sakit atau kepentingan mendesak, maka wilayah tugas kurir itu sebisa mungkin "dikeroyok" beramai-ramai oleh kurir-kurir yang lain.
Hanya berselang dua tahun sebagai Courier Leader, Herman dipromosikan sebagai koordinator. Tanggung jawab dan wewenangnya pun semakin besar. Karir yang jelas dan makin menanjak itu semakin membuat Herman yakin bahwa manajemen puncak JNE sangat menghargai dedikasi dan kerja kerasnya selama ini.
undefined



-300x185.webp)




