Sosial

Hari Dharma Wanita Nasional, DWP Unhas Perkuat Peran Perempuan Hadapi Tantangan Zaman

Dr dr Nilla Mayasari Ruslin MKes SpKFR Ped-K - Wakil Ketua I DWP Unhas dan Ketua DWP Unit Rektorat dan Evi Zainal - DWP Fakultas Pertanian dan Fatepa Unhas. (Unhas TV / Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional pada 5 Agustus menjadi momentum bagi Dharma Wanita Persatuan Universitas Hasanuddin untuk menegaskan kembali peran perempuan dalam keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Di tengah perubahan sosial dan meningkatnya jumlah perempuan yang bekerja, DWP Unhas berupaya memperkuat kapasitas anggotanya sekaligus menjaga keberlanjutan organisasi.

Kegiatan peringatan berlangsung di Aula Prof. Sirajuddin Beku, lantai dua Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Rabu (5/8/2026).

Acara tersebut menjadi ruang refleksi bagi pengurus dan anggota Dharma Wanita dari sejumlah unit di lingkungan Unhas mengenai fungsi organisasi serta tantangan yang mereka hadapi saat ini.

Wakil Ketua I DWP Unhas sekaligus Ketua DWP Unit Rektorat, Nilla Mayasari Ruslin, mengatakan Dharma Wanita merupakan organisasi yang mewadahi istri aparatur sipil negara, perempuan ASN, serta janda ASN.

Menurut dia, organisasi itu tidak semata-mata berfungsi sebagai ruang pendampingan bagi suami, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri bagi perempuan.

“Dharma Wanita menjadi salah satu pilihan bagi perempuan untuk menguatkan kemampuan, meningkatkan kompetensi, dan memberikan sesuatu yang lebih bermakna bagi keluarga, masyarakat, serta negara,” kata Nilla.

Ia berharap DWP dapat menjadi “rumah kedua” yang nyaman bagi para anggotanya. Melalui kegiatan organisasi, perempuan dapat belajar, bertukar pengalaman, membangun jejaring, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Nilla mengatakan DWP Unhas juga mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kegiatan UMKM yang disertakan dalam berbagai agenda Dharma Wanita diharapkan membuka ruang bagi anggota untuk mengembangkan usaha serta memperkuat kondisi keuangan keluarga.

Selain itu, kata dia, kebersamaan di dalam organisasi dapat memperkuat dukungan terhadap pekerjaan pasangan masing-masing. Dukungan tersebut diharapkan ikut memberi kontribusi bagi kemajuan Universitas Hasanuddin.

Namun, perubahan pola kehidupan perempuan menghadirkan tantangan baru bagi organisasi. Banyak perempuan kini menjalankan peran ganda sebagai pekerja sekaligus pengelola keluarga. Kondisi ini membuat waktu untuk mengikuti kegiatan organisasi menjadi semakin terbatas dan memengaruhi tingkat keaktifan anggota.

Anggota DWP Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian Unhas, Evi Zainal, mengatakan kehadiran Dharma Wanita tetap penting bagi istri pegawai negeri sipil.

Melalui organisasi itu, anggota dapat berkolaborasi, menjalin pertemanan, mengenal lingkungan kerja pasangan, serta mengeksplorasi berbagai pengalaman baru.

Evi, yang juga berstatus sebagai ASN, memilih aktif di unit Dharma Wanita tempat suaminya bekerja. Menurut dia, perempuan ASN dapat menentukan keanggotaan di tempat kerjanya sendiri atau mengikuti unit tempat pasangan bertugas.

Pilihan mengikuti unit suami memberinya kesempatan membangun relasi dengan anggota dari tingkat fakultas hingga universitas.

Meski demikian, ia menilai regenerasi menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Berbeda dengan kondisi satu atau dua dekade lalu, sebagian besar perempuan saat ini telah memiliki pekerjaan dan tanggung jawab profesional.

Kesibukan tersebut membuat organisasi lebih sulit memperoleh anggota yang dapat terlibat secara intens dalam setiap kegiatan.

“Sekarang agak lebih sulit mencari anggota Dharma Wanita yang bisa aktif secara intens. Di beberapa unit, regenerasi juga menjadi tantangan karena peserta yang aktif kebanyakan sudah mendekati usia pensiun,” ujar Evi.

Ia menilai kondisi itu menjadi tantangan kekinian bagi DWP. Organisasi perlu menjaga partisipasi anggota lama sembari membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan generasi berikutnya agar keberlanjutan kepengurusan dan program tetap terpelihara.

Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional di Unhas sekaligus menjadi ajakan agar organisasi terus beradaptasi dengan perubahan kehidupan perempuan.

Penguatan kompetensi, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan jejaring dinilai penting agar anggota tetap mampu berkontribusi di ruang keluarga maupun publik.

DWP Unhas diharapkan tidak hanya menjaga tradisi organisasi, tetapi juga memperkuat fungsinya sebagai wadah belajar dan kolaborasi.

Dengan cara itu, perempuan dapat terus menjadi mitra yang tangguh dalam pembangunan, mendukung kemajuan institusi, serta berperan dalam menyiapkan generasi berkualitas pada masa depan secara berkelanjutan dan inklusif.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)