MAKASSAR, UNHAS.TV - Memasuki hari kedua pelaksanaan Unhas TV Mencari Dai 2026, sebanyak 19 dari 20 finalis tampil membawakan dakwah secara langsung di hadapan dewan juri dan pemirsa Unhas TV, Sabtu (28/2/2026).
Satu orang peserta urung tampil dan mundur. Penampilan para finalis menjadi penentu langkah mereka menuju babak selanjutnya dalam ajang pencarian dai dan da’iyah muda tingkat nasional ini.
Salah satu peserta, Subhan Akbar, perwakilan dari Pondok Pesantren Yayasan Addirasatul Islamiyah (YADI) Maros, mengaku merasakan ketegangan saat tampil.
“Alhamdulillah sangat deg-degan. Setiap saya tampil pasti deg-degan meskipun sudah sering. Tapi Alhamdulillah tadi berjalan dengan lancar berkat doa teman-teman dan keluarga,” ujarnya usai penampilan.
Subhan mengungkapkan bahwa persiapan menuju panggung finalis bukanlah hal mudah. Seluruh proses, mulai dari penulisan teks hingga pencarian referensi dari berbagai kitab, dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas.
“Menulis teks, mencari referensi dari kitab-kitab dan lain sebagainya itu dikerjakan hanya dalam waktu dua hari. Belum lagi menghafalkan tiga ceramah, itu sangat luar biasa,” jelasnya.
Bahkan, ia mengaku harus mengorbankan waktu istirahat demi memaksimalkan persiapan. “Saya menghafal sampai tidak tidur selama dua hari ini,” tambahnya.
Meski demikian, ia berharap kegiatan Unhas TV Mencari Dai 2026 dapat terus istiqomah dan berkembang lebih baik ke depannya. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah untuk melahirkan dai yang benar-benar siap berdakwah, termasuk melalui media sosial.
“Kegiatan seperti inilah yang bisa mengangkat dan menyebarkan kebaikan ke media sosial. Semoga ke depan semakin berkembang dan semakin baik,” harap Subhan.
Sementara itu, Juri Unhas TV Mencari Dai 2026, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kita sangat bersyukur ada kegiatan TV Unhas dalam tajuk Unhas TV Mencari Dai. Ini bentuk perhatian luar biasa kepada anak-anak kita, baik di bangku SMA maupun perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa 20 finalis yang tampil hari ini telah melalui proses seleksi ketat dari ratusan pendaftar yang mengirimkan video melalui platform YouTube. Para peserta berasal dari berbagai daerah, baik dari Sulawesi Selatan maupun luar daerah.
Menurutnya, aspek penilaian utama dewan juri mencakup penguasaan tema yang telah ditetapkan, kedalaman materi, serta kualitas penyampaian.
“Tentu yang menjadi penilaian kami adalah bagaimana mereka bisa menguasai tema materi yang ditetapkan, serta penguasaan ilmu terkait judul tersebut,” jelasnya.
Ia juga menilai kegiatan ini menunjukkan komitmen Universitas Hasanuddin dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu umum, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan dakwah.
“Ini menandakan bahwa Unhas tidak hanya fokus pada ilmu umum, tetapi juga ingin anak-anak memiliki integritas dan mampu mewujudkan bakatnya menjadi dai dan da’iyah,” tambahnya.
(Achmad Ghiffary M / Moh Resha Maharam / Unhas TV)
Subhan Akbar, perwakilan Pondok Pesantren Yayasan Addirasatul Islamiyah Maros saat tampil sebagai salah satu finalis di Unhas TV Mencari Dai 2026 di Studio Unhas TV, Sabtu (28/2/2026).


-300x181.webp)

-300x169.webp)


-300x169.webp)
