Mahasiswa
Pendidikan

Healthy Adventure Ajak Siswa SD di Sidrap Membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun

CUCI TANGAN - Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas mendampingi murid kelas III UPT SD Negeri 6 Kulo mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun melalui permainan edukatif Healthy Adventure di Desa Bina Baru, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Selasa (21/7/2026). (Dok KKN PK Unhas)

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program Healthy Adventure di UPT SD Negeri 6 Kulo, Desa Bina Baru, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan ini dirancang untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat pada murid kelas III, terutama praktik cuci tangan pakai sabun.

Program tersebut dilaksanakan setelah mahasiswa berkoordinasi dengan kepala sekolah dan wali kelas. Healthy Adventure dikemas dalam bentuk jelajah pos edukasi. Murid dibagi ke dalam beberapa kelompok dan bergantian mengikuti permainan di setiap pos.

Mereka diminta mempraktikkan enam langkah cuci tangan yang benar, menyusun urutan gerakan melalui kartu bergambar, serta menjawab kuis mengenai waktu yang tepat untuk mencuci tangan.

Metode belajar sambil bermain dipilih agar murid tidak hanya menerima penjelasan secara satu arah. Setiap peserta dituntut aktif bergerak, berdiskusi, dan menyelesaikan tantangan bersama kelompoknya.

Pendekatan itu membuat materi kesehatan lebih mudah dipahami karena disampaikan melalui pengalaman langsung.

Penanggung jawab program, Maharani Hafizhah, mengatakan Healthy Adventure dirancang untuk memperkenalkan perilaku hidup bersih dengan cara yang menyenangkan.

Mahasiswa Fakultas Keperawatan Unhas itu berharap murid tidak sekadar menghafal langkah cuci tangan, tetapi juga menjadikannya kebiasaan sehari-hari.

“Melalui Healthy Adventure, kami ingin mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan sehingga mereka dapat memahami pentingnya cuci tangan pakai sabun,” kata Maharani.

Wali kelas III UPT SD Negeri 6 Kulo mengapresiasi metode tersebut. Menurut dia, murid terlihat antusias karena pembelajaran dilakukan dalam bentuk permainan. Mereka juga mampu mengikuti setiap tahapan dengan baik dan menunjukkan kerja sama.

“Anak-anak terlihat aktif di setiap pos permainan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sebagai evaluasi, setiap kelompok mengumpulkan poin dari seluruh pos. Nilai diberikan berdasarkan ketepatan praktik, jawaban kuis, dan kerja sama selama menyelesaikan tantangan.

Kelompok dengan nilai tertinggi memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Seorang murid mengaku lebih mudah mengingat enam langkah cuci tangan setelah mengikuti permainan.

“Belajarnya seru karena bisa bermain sambil belajar. Sekarang saya jadi lebih ingat enam langkah cuci tangan dan kapan harus mencuci tangan pakai sabun,” katanya.

Mahasiswa KKN-PK Unhas berharap kebiasaan itu diterapkan secara konsisten di sekolah maupun di rumah. Pembiasaan dinilai membutuhkan dukungan guru dan keluarga agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Cuci tangan pakai sabun menjadi langkah sederhana untuk mengurangi penyebaran penyakit. Melalui program ini, mahasiswa berharap keterampilan yang dipelajari murid dapat menjadi bagian dari rutinitas dan memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini. (*)