MAKASSAR, UNHAS.TV - The 3rd International Conference on Nutrition and Public Health atau ICNPH 2026 yang digelar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) resmi ditutup di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (9/4/2026).
Penutupan konferensi itu bukan hanya menandai berakhirnya forum ilmiah dua hari, tetapi juga memunculkan satu nama yang paling banyak disorot pada akhir acara: Herawati, peraih juara pertama oral presentation dari Universitas Tompotika Luwuk.
Sejak awal, penutupan ICNPH 2026 diarahkan sebagai penegas capaian forum internasional tersebut. Peserta datang dari berbagai negara, disusul akademisi nasional yang membawa riset, pengalaman lapangan, serta gagasan baru di bidang gizi dan kesehatan publik.
Di tengah rangkaian itu, pengumuman pemenang oral presentation menjadi salah satu momen yang paling ditunggu. Nama Herawati keluar sebagai juara pertama.
Kemenangan itu terasa menonjol karena datang dari peserta co-host. Herawati mengaku tak menduga bisa berdiri di posisi teratas dalam ajang ilmiah berskala internasional itu.
Namun ia menyebut tim dari Universitas Tompotika Luwuk sejak awal berusaha menampilkan yang terbaik. Baginya, kemenangan itu bukan semata soal gelar, melainkan pemicu untuk meningkatkan kemampuan public speaking dan mutu presentasi ilmiah dalam forum-forum internasional berikutnya.
Yang membuat presentasinya menonjol bukan hanya cara penyampaian, tetapi juga tema riset yang dibawa. Herawati memaparkan penelitian tentang dampak logam berat dari aktivitas pertambangan nikel terhadap kemampuan kognitif anak.
Topik itu, menurut dia, masih terbatas dibahas di Indonesia. Di tengah ekspansi industri nikel dan sorotan pada dampak lingkungan, riset semacam ini memberi sudut pandang yang lebih tajam: ancaman paparan logam berat terhadap perkembangan anak.
Tema tersebut membuat presentasinya menembus batas pembahasan gizi dan kesehatan publik dalam pengertian sempit. Ia masuk ke irisan kesehatan lingkungan, tumbuh kembang anak, dan risiko kesehatan masyarakat di wilayah sekitar tambang.
Dalam forum yang mempertemukan peneliti dari berbagai latar, topik itu tampil relevan sekaligus mendesak. Ada unsur kebaruan, ada kepentingan publik, dan ada pesan bahwa riset kesehatan harus berani masuk ke wilayah-wilayah yang belum banyak disentuh.

Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi FKM Unhas Prof Anwar Mallongi SKM MSc PhD. (Unhas TV/Rahmatia)
Penutupan konferensi sendiri berlangsung dalam suasana optimistis. Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi FKM Unhas Prof Anwar Mallongi SKM MSc PhD menyatakan seluruh target penyelenggaraan ICNPH ke-3 tercapai.
Ia menyebut konferensi ini berjalan sesuai rencana, sejak tahap persiapan hingga penutupan. Menurut dia, ICNPH bukan sekadar forum akademik, melainkan ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik yang terintegrasi dalam satu pertemuan internasional.
Anwar juga menegaskan ICNPH tak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini. Dua tahun mendatang, kata dia, konferensi serupa direncanakan kembali digelar.
"Harapannya, ICNPH terus menjadi indikator sekaligus barometer pengembangan konferensi ilmiah, dengan peserta internasional, nasional, dan lokal yang tetap terjaga kualitasnya," ujar Prof Anwar.
Namun, dari seluruh catatan penutupan itu, kemenangan Herawati memberi penekanan tersendiri. Di ujung konferensi, yang tertinggal bukan hanya seremoni penutupan, melainkan pesan bahwa forum ilmiah internasional masih memberi ruang bagi peneliti dari daerah untuk tampil menonjol.
Dari Luwuk, Herawati membawa isu yang spesifik, menyampaikannya dengan meyakinkan, lalu pulang sebagai pemenang oral presentation.
Bagi ICNPH 2026, itu menjadi salah satu penanda paling kuat bahwa mutu riset tak ditentukan pusat atau pinggiran, melainkan oleh keberanian mengangkat persoalan yang penting dan menyampaikannya dengan terang.
(Venny Septiani Semuel / Rahmatia Ardi / Unhas TV)
Herawati dari Universitas Tompotika Kabupaten Luwuk, Sulawesi Tengah menjadi Pemenang 1 untuk Oral Presentation. (Unhas TV/Venny Septiani)




-300x173.webp)


-300x191.webp)
